Waskita Prediksi Puncak Arus Mudik Natal dan Tahun Baru Terjadi Dua Kali, Kapan?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara melintasi ruas jalan layang Tol Jakarta-Cikampek II arah Cikampek, di pintu masuk kawasan Cikunir, Bekasi, Sabtu, 21 Desember 2019. Jelang memasuki hari libur Natal dan Tahun Baru 2020 arus kendaraan yang memasuki dan melintasi ruas jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek arah Cikampek terpantau ramai lancar. ANTARA/Risky Andrianto

    Sejumlah pengendara melintasi ruas jalan layang Tol Jakarta-Cikampek II arah Cikampek, di pintu masuk kawasan Cikunir, Bekasi, Sabtu, 21 Desember 2019. Jelang memasuki hari libur Natal dan Tahun Baru 2020 arus kendaraan yang memasuki dan melintasi ruas jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek arah Cikampek terpantau ramai lancar. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Toll Road (WTR) melalui sejumlah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan persiapan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021.

    Anak usaha PT Waskita Karya Tbk itu memprediksi puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru akan terjadi dua kali, sehingga perusahaan telah memaksimalkan persiapan menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru tersebut.

    "Sejumlah persiapan yang dilakukan adalah melakukan pengecekan visual suhu tubuh bagi karyawan maupun tamu, menyediakan hand sanitizer sterilisasi kantor operasional secara berkala, menyediakan tempat cuci tangan tambahan, klinik, penyemprotan gardu tol dan rest area dan tata protokol yang baik terhadap karyawan sesuai dengan anjuran pemerintah seperti menggunakan masker dan cuci tangan serta menjaga jarak," kata Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 18 Desember 2020.

    Baca juga : Soal Rapid Test Antigen Berlaku Juga di Angkutan Darat, Organda Bilang Begini

    Demikian pula fasilitas layanan operasional dan komunikasi lainnya telah tersedia guna mengantisipasi lonjakan kendaraan seperti gerbang tol yang di fungsikan lebih banyak agar tidak terjadi kemacetan panjang karena antrean pembayaran, CCTV, mobil patroli, mobil derek dan ambulance.

    Begitu pula kendaraan rescue yang standby untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di ruas tol dan pesan lalu lintas yang tertera di layar Variable Message Sign (VMS).

    WTR juga memaksimalkan media informasi sebagai sarana sosialisasi agar para pengguna jalan tol mendapatkan informasi terbaru melalui media sosial WTR ataupun BUJT serta hotline jalan tol yang aktif selama 24 jam.

    "Kami juga bekerjasama dengan pihak terkait yakni pihak Satlantas Kepolisian dan Dishub untuk menunjang kenyamanan lalu lintas dalam masa libur Nataru 2020/2021," ujarnya.

    WTR memiliki 16 ruas jalan tol yang dimiliki, di mana 12 diantaranya sudah beroperasi dan bertarif baik di ruas tol Trans Sumatera maupun Trans Jawa.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.