Jokowi Gratiskan Vaksin Covid-19, IHSG Naik Nyaris 2 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melambung di awal sesi kedua dan nyaris mencetak kenaikan 2 persen selepas Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan vaksin Covid-19 akan dibagikan gratis.

    Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 1,47 persen ke level 6.098,64 pada sesi pertama hari ini, Rabu, 16 Desember 2020. Di awal sesi kedua, IHSG nyaris mencetak kenaikan 2 persen setelah indeks menyentuh level 6.120,93.

    Hingga pukul 14.00 WIB, IHSG masih di zona hijau dan mencetak kenaikan 96 poin ke level 6.104,59. Sebanyak 282 saham menguat, 194 saham melemah, dan 149 saham stagnan.

    Total transaksi perdagangan mencapai 28,58 miliar lembar dengan torehan nilai transaksi Rp 16,2 triliun. Investor asing mencetak net buy sebanyak Rp 221,93 miliar.

    Di sisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa vaksin Covid-19 akan diberikan gratis kepada masyarakat. Jokowi mengatakan hal itu dilakukan setelah pemerintah menerima banyak masukan dari masyarakat terkait program vaksinasi.

    Jokowi pun memerintahkan jajaran kabinet, kementerian/lembaga dan pemda untuk memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021.

    "Saya juga menginstruksikan dan memerintahkan Menteri Keuangan untuk memprioritaskan dan merealokasi dari anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi gratis ini sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapat vaksin," ujarnya dalam tayangan di Youtube Setpres, Rabu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.