Jelang Akhir Tahun, IHSG Diprediksi Menguat karena Efek Window Dressing

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Refleksi foto Presiden Joko Widodo di layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    Refleksi foto Presiden Joko Widodo di layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Kamis, 3  Desember 2020.

    Melansir data RTI, pada pukul 09.04 WIB, IHSG berada pada level 5.847,2 atau naik 33,2 poin(0,57 persen) dibanding penutupan sebelumnya di 5.833,3.

    Sebanyak 219 saham melaju di zona hijau dan 57 saham di zona merah. Sedangkan 166 saham lainnya stagnan.

    Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan indeks komposit kemarin ditutup menguat didukung optimisme akan vaksin covid-19 yang akan segera didistribusikan. Selain itu penguatan didukung oleh sentimen window dressing. 

    Dia juga menyebut secara teknikal pergerakan IHSG masih akan menguat dalam trend bullish yang kuat. Terutama menjelang akhir tahun akan didorong oleh fenomena window dressing.

    “Sentimen positif juga datang dari rasa optimistis akan vaksin covid-19 yang akan segera didistribusikan ke seluruh dunia dalam waktu dekat,” kata Dennies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.