Bank Syariah Mandiri: Pembelian Emas Naik 2 Kali Lipat selama Pandemi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bank melayani nasabah dari balik sekat transparan di Kantor Cabang Digital Bank Mandiri Syariah Thamrin, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat saat melayani nasabah secara langsung, sejumlah bank juga melakukan akselerasi teknologi dengan mengedepankan layanan digital sebagai ujung tombak operasional perbankan di era normal baru. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas bank melayani nasabah dari balik sekat transparan di Kantor Cabang Digital Bank Mandiri Syariah Thamrin, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat saat melayani nasabah secara langsung, sejumlah bank juga melakukan akselerasi teknologi dengan mengedepankan layanan digital sebagai ujung tombak operasional perbankan di era normal baru. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri alias Mandiri Syariah telah meluncurkan fitur penyimpanan emas di layanan m-banking mereka, Mandiri Syariah Mobile (MSM). Fitur diluncurkan setelah Mandiri Syariah melihat tren pembelian emas untuk keperluan pembiayaan kepemilikan emas di Mandiri Syariah mengalami peningkatan.

    "Dua kali lipat di masa pandemi dibanding sebelum pandemi," kata Direktur Information Technology, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii dalam keterangan tertulis pada Rabu, 25 November 2020.

    Hanya dengan mengakses MSM, nasabah yang sebelumnya telah memiliki Tabungan Mudharabah atau Wadiah Mandiri Syariah, dapat langsung membuka rekening e-mas. "Selanjutnya membeli, menjual, mengambil fisik dan bahkan mentransfer saldo emasnya kepada orang lain," kata dia.

    Syafii menjamin bahwa tabungan yang saldo kepemilikannya berupa gram emas ini pun sangat mudah, aman dan nyaman diakses nasabah. Selain itu, pembelian emas di fitur ini pun terbilang fleksibel secara nominal.

    Menurut Syafii, cukup dengan setoran awal 0,1 gram atau senilai kurang dari Rp100 ribu, nasabah sudah dapat menikmati fitur ini. Setoran berikutnya pun sangat ringan, minimal hanya 0,05 gram atau tidak sampai Rp50 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.