Ma'ruf Amin Bahas Strategi Hasil Merger 3 Bank Syariah dengan Erick Thohir

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menemui Wakil Presiden KH Maruf Amin pada Jumat 11 September 2020. Foto Istimewa

    Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menemui Wakil Presiden KH Maruf Amin pada Jumat 11 September 2020. Foto Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Hery Gunardi guna membahas perkembangan rencana penggabungan (merger) tiga bank syariah, Senin siang, 23 November 2020.

    "Jadi dibahas mengenai seperti apa pengembangan bank merger dari tiga bank yang akan dimerger yang Insya Allah pada bulan Februari (2021) yang akan datang itu diperkirakan sudah mulai beroperasi," ungkap Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi dalam keterangan persnya.

    Rencana pengabungan tiga bank syariah dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu Bank BRI Syariah, Bank BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri, terus dimatangkan oleh Kementerian BUMN.

    Salah satu fokus yang dibicarakan, menurut Masduki, adalah orientasi bagaimana bank hasil merger tersebut bisa menjadi bank besar yang akan bermain di tingkat korporat.

    "Strateginya kan antara lain bagaimana bank itu nanti bisa bergerak ke luar negeri, terutama di Timur Tengah, sehingga dengan demikian, bisa membawa dana-dana besar, yang berupa dana-dana yang cocok dengan agama Islam, syariah," ujarnya.

    Artinya, lanjut Masduki, diharapkan para korporat baik nasional maupun internasional yang selama ini banyak berorientasi pada pembiayaan konvensional melalui bank konvensional bisa juga memanfaatkan bank syariah. Namun demikian, bank syariah yang telah besar nanti, juga diharapkan tetap bermain di level usaha mikro.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.