Trending Bisnis: Polemik Judul RUU Minuman Beralkohol dan Green Diesel Pertamina

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Muhammad Hamed

    Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Muhammad Hamed

    TEMPO.CO, Jakarta Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Sabtu, 14 November 2020, dimulai dari permintaan Komisaris Utama Bir Anker meminta judul RUU Minuman Beralkohol diganti, Pertamina uji coba produksi diesel berbahan baku 100 persen dari sawit dan ekonom menilai daya saing Indonesia mandek di era Jokowi.

    Selain itu ada juga berita tentang Jokowi mengutus Luhut menemui pimpinan Tesla dan pembebasan lahan jalan tol Bengkulu mencapai 80 persen. Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut: 

    1. Komisaris Utama Bir Anker Minta Judul RUU Minuman Beralkohol Diganti, Sebabnya?

    Komisaris Utama dari produsen Bir Anker, PT Delta Djakarta Tbk. (DLTA), Sarman Simanjorang, memberi masukan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol. Salah satunya, Sarman meminta judul RUU Minuman Beralkohol ini diganti jika memang nanti tetap ingin dibahas.

    "Menjadi RUU Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol, sehingga arahnya edukasi," kata dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 14 November 2020.

    RUU Minuman Beralkohol ini sebelumnya menuai sorotan publik. Sebab, beleid ini tak hanya melarang orang memproduksi dan menjual, tapi juga minum minuman beralkohol. Bagi yang melanggar, akan dikenai hukuman pidana penjara atau denda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.