BUMN Targetkan Rekrut 1.000 Putra-putri Papua dan Papua Barat hingga Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 2 Juli 2020. Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar

    Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 2 Juli 2020. Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan dapat merekrut 1.000 orang putra-putri Papua dan Papua Barat dalam Program Perekrutan Bersama BUMN.

    Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020, mengatakan program itu dilakukan hingga bulan Desember mendatang. Ditargetkan 1.000 orang akan ditempatkan di berbagai BUMN. "Insya Allah kami tetap berupaya melakukan rekrutmen sampai dengan akhir tahun ini, dan jika belum memenuhi target, kita akan lanjutkan tahun depan," katanya.

    Dalam proses perekrutan ini, Alex Denni menyampaikan pihaknya dibantu oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI). Diharapkan pada Desember nanti, putra-putri terbaik Papua dan Papua Barat sudah bisa bekerja. "Diharapkan awal Desember sudah bisa boarding," kata Denni.

    Ia meyakini program ini akan membuat pemerataan ekonomi seperti tujuan pemerintah. "Kami sangat menghargai komitmen yang ditunjukkan oleh BUMN kita," ujar dia.

    Ia mengatakan pemerataan pembangunan nasional yang dititik beratkan di daerah Papua dan Papua Barat oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, tentu memerlukan kesiapan yang menyeluruh. Terutama pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari penikmat dan pelaku pembangunan tersebut, putera puteri daerah asal Papua dan Papua Barat harus bersiap.

    Muklis Nabi, asal suku Sebyar di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat adalah adalah satu contohnya. Mantan penjaga apotek paruh waktu itu mendapat beasiswa dari Kabupaten Teluk Bintuni untuk menempuh pendidikan di Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni, atau yang lebih dikenal sebagai P2TIM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-ciri Berbohong, Perhatikan Bahasa Tubuh Bukan Kata-katanya

    Bahasa tubuh bisa mencerminkan apakah orang tersebut sedang berbohong atau tidak. Berikut ciri-cirinya