Jokowi Cetak 1000 Hektare Lumbung Pangan di Sumatera Utara Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau program padat karya di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis 19 Desember 2019. Presiden dalam kunjungan kerjanya meninjau padat karya berupa pembangunan saluran irigasi untuk pertanian padi Adan di Krayan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo meninjau program padat karya di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis 19 Desember 2019. Presiden dalam kunjungan kerjanya meninjau padat karya berupa pembangunan saluran irigasi untuk pertanian padi Adan di Krayan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mau membangun food estate atau lumbung pangan seluas 30 ribu hektare (ha) di Sumatera Utara. Tahun ini, targetnya ada 1000 ha lahan yang sudah ditanami komoditas.

    Di tahap awal, pembangunan dilakukan di Kabupaten Humbang Hasundutan saja. Pengerjaannya gotong rotong dilakukan gotong royong, 215 ha oleh Kementerian Pertahian lewat APBN, dan 785 ha oleh swasta.

    "Lahan-lahan itu akan menjadi bagian dari contoh dari koperasi pertanian dari hulu ke hilir, dari budidaya pascapanen, kemudian di industri," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Di hari yang sama, Syahrul ikut rombongan Jokowi meninjau lokasi lumbung pangan ini. Di sana, Jokowi mengatakan potensi lahan yang dapat dikembangkan di Sumatera Utara mencapai 61.042 ha.

    Tapi, lumbung pangan hanya akan dibangun di 30 ribu ha saja. Selain Humbang Hasundutan, tiga daerah lainnya yaitu Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Pelaku Teror Kekerasan di Desa Lembantongoa

    Aksi teror kembali terjadi di Desa Lembantongoa, Sigi, Sulawesi Tengah, terjadi pada Jumat, 27 November 2020.