Sri Mulyani Sebut Ekonomi Syariah Bisa Jadi Sumber Baru Pertumbuhan Ekonomi RI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Keuangan Sri Mulyani saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa ekonomi syariah dipandang mampu menjadi sumber pertumbuhan baru ekonomi nasional. Sehingga, sektor tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan di dalam dinamika perekonomian nasional. Terlebih dalam kondisi ekonomi yang tertekan karena dampak pandemi Covid-19.

    "Keunikan yang dimiliki sistem ekonomi syariah terletak pada nilai-nilai yang sejalan dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia, antara lain seperti kejujuran, keadilan, tolong menolong, profesional, serta keberpihakan pada kelompok lemah, diyakini dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ujar Sri Mulyani dalam webinar, Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Kesamaan nilai tersebut, menurut dia, mendorong diterapkannya sistem ekonomi syariah secara lebih menyeluruh di setiap aspek kehidupan. Namun demikian, meskipun Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, Sri Mulyani mengakui bahwa peran dan kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional masih belum optimal.

    Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air. Pengembangan itu juga sejalan dengan pemulihan ekonomi yang saat ini masih tertekan, meskipun mulai ada tanda-tanda perbaikan.

    Sri Mulyani mengatakan penurunan outlook perekonomian akibat Covid-19 akan terus diminimalkan melalui berbagai instrumen pemerintah. "Kami akan berupaya agar momentum pemulihan akan berjalan pada tahun 2021, sehingga ekonomi kembali tumbuh positif di dalam rangka memperbaiki kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi kemiskinan dan ketimpangan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Harian Covid-19, Hampir Tiap Bulan Rekor

    Pada 29 November 2020, Kasus Harian Covid-19 sebanyak 6.267 merupakan rekor baru dalam penambahan harian kasus akibat virus corona di Indonesia.