Trending Bisnis: OJK Bekukan 3 Entitas hingga Sri Mulyani Soal Milenial Beli SBN

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Tempo/Tony Hartawan

    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa, 20 Oktober 2020, dimulai dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK membekukan tiga entitas usaha hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati senang karena makin banyak kelompok muda atau generasi milenial yang melek dengan Surat Berharga Negara (SBN).

    Adapula berita tentang Uni Emirat Arab atau UEA menetapkan nama Presiden Joko Widodo sebagai nama jalan di Abu Dhabi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan RI mulai dilirik investor untuk memindahkan industri dari Cina.

    Berikut berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang kemarin.

    1. OJK Bekukan 3 Kegiatan Entitas Usaha, Ada Emiten Multifinance dan BPR

    Otoritas Jasa Keuangan atau OJK membekukan kegiatan tiga entitas usaha, yakni PT First Indo American Leasing Tbk. (FINN), PT Nasorasudha Mega Ventura, dan PT Bank Perkreditan Rakyat Artaprima Danajasa.

    OJK menjelaskan, usaha PT First Indo American Leasing Tbk. (FINN) dibekukan karena perseroan tidak memenuhi ketentuan di bidang perusahaan pembiayaan. Hal ini diatur dalam Surat Nomor S-355/NB.2/2020 tanggal 11 Agustus 2020, yang ditandatangani Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Moch Ihsanuddin.

    Adapun ketentuan yang tak dipenuhi khususnya terkait Pasal 46 ayat 1, Pasal 64 ayat 1, Pasal 79 ayat 1, dan Pasal 85 ayat 1 Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

    OJK dalam pengumumannya menyebutkan, pembekuan usaha ini artinya PT First Indo American Leasing Tbk. dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang perusahaan pembiayaan. Perusahaan tersebut tercatat memiliki fokus usaha berupa pemberian fasilitas pembiayaan multiguna untuk kendaraan bekas roda empat.

    Berdasarkan laporan posisi keuangan per 30 Juni 2020, perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp 44,4  miliar, membengkak dari periode yang sama tahun sebelumnya mencatat rugi sebesar Rp 8,18 miliar.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.