Penerima Kartu Prakerja Sudah 5,6 Juta, Gelombang 11 Masih Mungkin Dibuka?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ketiga  di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Kartu Prakerja diperuntukkan bagi WNI yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang bersekolah. TEMPO/Subekti.

    Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ketiga di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Kartu Prakerja diperuntukkan bagi WNI yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang bersekolah. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah masih membuka peluang pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 11 meski jumlah penerimanya sudah memenuhi target. Deputi Bidang Koordinator Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan pihaknya tengah menunggu keputusan rencana pembukaan gelombang baru tersebut.

    “Intinya kami terbuka apabila akan menggelar gelombang 11. Namun, akan ada time limitnya (batas waktu),” ujar Deputi Bidang Koordinator Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin dalam Seminar Kartu Prakerja pada Rabu, 14 Oktober 2020.

    Pemerintah menargetkan penerima Kartu Prakerja sampai akhir 2020 berjumlah 5,6 juta. Meski total penerima manfaat sampai saat ini telah mencapai target, Rudy mengatakan ada lebih dari 300 ribu orang yang dicabut kepesertaannya karena pelbagai hal.

    Pencabutan status kepesertaan itu  diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020. Dalam beleid tersebut dijelaskan bahwa penerima kartu prakerja yang tidak memilih pelatihan dalam waktu 30 hari akan digugurkan sebagai peserta.

    Rudy mengupayakan insentif milik peserta yang gugur dapat digunakan untuk membuka gelombang lanjutan. “Kami masih menunggu apakah uang itu bisa dikembalikan lagi untuk membuka gelombang 11,” ucapnya.

    Per akhir September 2020, jumlah insentif peserta yang statusnya dicabut mencapai Rp 672 miliar. Dana ini telah dikembalikan ke Kementerian Keuangan.

    Sejauh ini, pemerintah telah membuka sepuluh gelombang pendaftaran Kartu Prakerja yang digelar bertahap sejak April hingga September. Peserta penerima manfaat Kartu Prakerja akan memperoleh insentif senilai Rp 3,55 juta. Sebanyak Rp 2,4 juta akan diberikan dalam bentuk bantuan tunai ke rekening bank atau dompet digital masing-masing secara bertahap dalam empat bulan atau Rp 600 ribu per bulan.

    Sedangkan Rp 1 juta lainnya wajib dimanfaatkan untuk pelatihan daring dan Rp 150 ribu diberikan setelah peserta mengisi tiga kali survei. Sebelum menerima bantuan tunai, peserta harus menyelesaikan pelatihan daringnya.

    Berdasarkan data teranyar Manajemen Program Kartu Prakerja, dari 5,6 juta peserta, sebanyak 5,19 juta orang sudah memilih pelatihan. Sedangkan 4,77 juta orang sudah menyelesaikan kursus dan 4,5 juta di antaranya telah memperoleh insentif tunai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling Virtual di Masa Pandemi Covid-19

    Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi.