Demi Pertumbuhan Kuartal III, Satgas Ekonomi Genjot Salurkan Stimulus Rp 100 T

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Gunadi Sadikin. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Budi Gunadi Sadikin. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaKetua Satuan Tugas Penanganan dan Transformasi Ekonomi Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah berupaya menyalurkan stimulus sebesar Rp 100 triliun untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2020.

    "Dengan bekerja keras salurkan Rp 100 triliun, kita harap dalam 3 bulan terakhir ini kita bisa berikan daya ungkit ekonomi yang cukup besar untuk kuartal III," ujar Budi dalam konferensi video, Rabu, 16 September 2020.

    Budi mengatakan angka Rp 100 triliun itu punya dasar yang kuat. Asumsinya, kata dia, Produk Domestik Bruto Indonesia adalah sekitar US$ 1 triliun atau sekitar Rp 14.500 triliun. Apabila angka tersebut dibagi empat, maka satu kuartal adalah sekitar Rp 3.625 triliun.

    Selanjutnya, kalau melihat pertumbuhan ekonomi kuartal kemarin yang tumbuh negatif 5,2 persen, artinya sekitar Rp 188 triliun yang 'hilang'. Karena itu pemerintah berupaya mengejar selisih tersebut.

    "Saya bukan ahli ekonomi, tetapi saya dikasih teman-teman di ekonomi kalau misalnya pemerintah salurkan uang Rp 100 triliun kira-kira dampak ke GDP-nya, dikalikan angka fiskal multiplier yang besarnya sekarang 2,1. Jadi dampaknya sekitar Rp 210 triliun," ujarnya.  

    Kendati hitungan kasarnya demikian, Budi mengatakan masih ada variabel lain yang bisa saja memengaruhi PDB kuartal ini. Misalnya ada sektor yang turun lebih dalam dari perkiraan, maupun ada sektor yang tidak produktif. "Itu di luar perkiraan kita, tapi kami akan bekerja keras salurkan Rp 100 triliun."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.