Selasa, 22 September 2020

90 Persen BUMN Terdampak Covid-19, Pendapatan dan Setoran Dividen Turun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo bersama Direktur Utama Pelindo 3 U SaefudinNoer dan Direktur Teknik Boy Robyanto meninjau proyek pembangunan Terminal Multipurpose Labuan Bajo di daerah Wae Klambu.

    Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo bersama Direktur Utama Pelindo 3 U SaefudinNoer dan Direktur Teknik Boy Robyanto meninjau proyek pembangunan Terminal Multipurpose Labuan Bajo di daerah Wae Klambu.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan hampir 90 persen perusahaan negara terkena dampak pandemi Covid-19. Dampaknya terasa pada pendapatan yang menurun hingga 75 persen.

    "Sektor energi, pariwisata, infrastruktur, dan logistik merupakan sektor yang paling terpukul," kata dia dalam HSBC Economic Forum secara virtual pada Rabu, 16 September 2020.

    Di sektor energi, pendapatan BUMN turun hingga Rp 63,8 triliun atau 25 persen (year-on-year/yoy). Di sektor pariwisata, pendapatannya turun hingga Rp 17,2 triliun atau persentase terbesar, 75 persen yoy.

    Di sektor infrastruktur, pendapatannya turun Rp 12,9 triliun atau 31 persen yoy. Di sektor logistik, pendapatannya turun Rp 6,6 triliun atau 47 persen.

    Kondisi ini akan berpengaruh pada setoran deviden dari BUMN. Sejak 2017, perusahaan negara sudah konstan menyetor di atas Rp 40 triliun ke kas negara setiap tahun.

    Tahun 2020 ini, target setoran dividen adalah Rp 43,8 triliun. Di tahun depan, pemerintah telah menurunkan targetnya menjadi hampir separuhnya, Rp 26 triliun. "Tentu akan berbeda karena dampak pandemi," kata Kartika.

    Baca juga: Erick Thohir Akan Gabungkan Hotel Milik 5 BUMN

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.