Ekonomi Minus 5,3 Persen, Erick Thohir: Masih Alhamdulillah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Total harta kekayaan Menteri BUMN Erick Thohir sebesar Rp 2.3 Triliun menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Menteri berlatar belakang pengusaha ini memiliki surat berharga senilai Rp 1.6 Triliun dan 30 bidang tanah di Jabodetabek senilai total Rp 242.5 miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Total harta kekayaan Menteri BUMN Erick Thohir sebesar Rp 2.3 Triliun menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Menteri berlatar belakang pengusaha ini memiliki surat berharga senilai Rp 1.6 Triliun dan 30 bidang tanah di Jabodetabek senilai total Rp 242.5 miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMNErick Thohir mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II yang minus 5,3 persen masih cukup baik, dibandingkan negara lain.  

    "Tentu ini ridho Allah yang luar biasa, karena kita punya penduduk banyak, sumber daya alam yang luar biasa, sehingga kalau kita lihat dibandingkan negara lain, kita masih alhamdulillah lebih baik," kata Erick dalam diskusi yang diselenggarakan Nahdlatul Ulama, Rabu, 12 Agustus 2020.

    Adapun dia menjabarkan pada kuartal II Amerika Serikat tumbuh minus 9,5 persen, German minus 11,7 persen, Singapore minus 12,6 persen, Uni Eropa minus 14,4 persen, Portugal minus 16,5 persen, Italy minus 17,3 persen, Meksiko minus 18,9 persen, Prancis 19 persen dan Spanyol 22,1 persen.

    Namun dia mengakui ada negara lain yang tumbuh lebih baik dari Indonesia pasca kuartal II, yaitu Korea Selatan minus 2,9 dan Cina tumbuh positif 3,2 persen.

    "Kalau Korea Selatan bisa, kenapa kita tidak bisa lebih baik," ujarnya.

    Karena itu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, kata dia, berusaha mencari jalan keluar dengan tetap mengutamakan kesehatan dan ekonomi secara bersamaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.