Pemesanan Angkutan Belum Kembali Normal, Gojek Ungkap Perubahan Tren

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gojek berkibar di Thailand dan Vietnam.

    Gojek berkibar di Thailand dan Vietnam.

    TEMPO.CO, Jakarta - Head of Transport Gojek Group Raditya Wibowo bercerita tentang kondisi pergerakan pelanggannya di masa pandemi Covid-19. Ia mengakui jumlah penumpang--khususnya untuk layanan ojek atau GoRide—menurun, terutama saat masa PSBB.

    “Saat PSBB, ketika ojek online tidak bisa beroperasi, load penumpang lebih rendah. Namun, saat PSBB transisi, customer sudah mulai balik,” kata Raditya dalam diskusi virtual, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Meski penumpang mulai tumbuh saat pemerintah melonggarkan mobilisasi masyarakat, Raditya mengakui jumlah pemesanan angkutan melalui aplikasi perusahaannya belum setara dengan kondisi normal atau sebelum pandemi. Namun, dia tidak menggamblangkan persentase penurunan pergerakan penumpang tersebut.  

    Di samping terjadi penurunan pergerakan penumpang, Raditya menyatakan telah terjadi pergeseran pemesanan layanan. “Kami lihat pelanggan yang biasanya memesan GoRide ini beralih ke GoCar (taksi online),” tuturnya.

    ADVERTISEMENT

    Adapun pengguna aktif bulanan Gojek hingga kini diklaim mencapai 20 juta pelanggan. Angka itu disebut setara dengan 10 persen populasi penduduk usia produktif di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.