Hanya 30 Persen Terumbu Karang RI dalam Kondisi Sangat Baik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bongkahan koloni karang yang rusak disebabkan kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat, 4 Maret 2017. Tim Peneliti Sumber Daya Laut Universitas Papua, Conservation International, The Nature Conservancy, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mendata bahwa kerusakan terumbu karang akibat kandasnya Kapal MV Caledonian Sky diperkirakan seluas 13.533 meter persegi. ANTARA FOTO

    Bongkahan koloni karang yang rusak disebabkan kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat, 4 Maret 2017. Tim Peneliti Sumber Daya Laut Universitas Papua, Conservation International, The Nature Conservancy, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mendata bahwa kerusakan terumbu karang akibat kandasnya Kapal MV Caledonian Sky diperkirakan seluas 13.533 meter persegi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Bappenas Arifin Rudiyanto mengatakan total terumbu karang yang berada dalam kondisi sangat baik di seluruh perairan Indonesia hanya 30 persen. Sedangkan 37 persen lainnya dalam kondisi cukup baik dan sisanya rusak.

    “Padahal terumbu karang fungsinya sangat strategis. Ini tempat untuk ikan memijahkan turunannya atau para ikan melahirkkan anaknya,” kata Arifin di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Juli 2020.

    Arifin menjelaskan, Indonesia memiliki potensi terumbu karang yang sangat besar dengan luasan mencapai 25 ribu kilometer persegi. Indonesia juga mendominasi wilayah coral triangle atau segitiga karang yang mewakili 30 persen terumbu karang di dunia.

    Bappenas pun sedang melaksanakan program untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup terumbu karang bersama kementerian dan lembaga lain. Pada tahun lalu, pemerintah menginisiasi program coremap coral triangle initiative (CTI) yang melibatkan beberapa negara seperti Filipina, Timor Leste, hingga Kepulauan Solomon.

    Adapun Indonesia memperoleh hibah dana dari Bank Dunia atau World Bank serta Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB) untuk program CTI tersebut. Hibah dari Bank Dunia diberikan senilai Rp US$ 6,2 juta dalam kurun durasi tiga tahun, yakni mulai 19 Juni 2019 hingga 30 Juni 2022. Program ini dijalankan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.