Menjelang Idul Adha, Penumpang Garuda Hanya Naik 2 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu protokol kesehatan yang dijalankan maskapai Garuda Indonesia adalah menjaga jarak fisik (physical distancing) dengan menjauhkan jarak kursi antar-penumpang. Instagram

    Salah satu protokol kesehatan yang dijalankan maskapai Garuda Indonesia adalah menjaga jarak fisik (physical distancing) dengan menjauhkan jarak kursi antar-penumpang. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengatakan pergerakan penumpang menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H tak cukup signifikan mendongkrak okupansi maskapainya. Ia menyebut tambahan frekuensi penumpang hanya berkisar di angka 2-3 persen.

    “Tapi mungkin menjelang hari H di hari-hari terakhir banyak yang naik,” tutur Irfan saat ditemui Tempo di kantornya, Cengkareng, Tangerang, Rabu, 29 Juli 2020.

    Lantaran permintaan masih tiris, Garuda Indonesia saat ini tidak akan meningkatkan jumlah armada yang akan beroperasi pada hari raya esok. Perseroan juga tidak berencana membuka frekuensi tambahan untuk rute-rute yang berpotensi ramai lantaran total okupansi penumpang saat ini masih belum melampaui 50 persen.

    Adapun Garuda Indonesia sampai hari ini masih mengandangkan 70 persen armadanya. Dengan begitu, pesawat yang beroperasi hanya berkisar 30 persen. Pesawat-pesawat yang tidak melayani penumpang akan menjalani perawatan prolonge inspection secara bergantian.

    Terkait pengoperasian pesawat-pesawat yang aktif, Irfan memastikan manajemen telah mengetatkan standar keamanan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. “Kami yang penting meyakinkan bahwa orang yang terbang Garuda ini aman dan tetap ada physical distancing di dalam pesawat,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.