Enggartiasto Yakin Ekonomi RI Tumbuh, Tapi Harus Bersiap Terburuk

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. APBN diharapkan bisa menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan ekonomi. Maka program priortas yang masuk dalam pendanaan APBN harus digenjot realisasinya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. APBN diharapkan bisa menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan ekonomi. Maka program priortas yang masuk dalam pendanaan APBN harus digenjot realisasinya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memprediksi ada tiga negara yang masih bisa mencatatkan pertumbuhan ekonomi secara positif saat pandemi, yakni Cina, India dan Indonesia.

    Namun begitu, Enggar mengingatkan kepada pemerintah Indonesia untuk bersiap dengan kondisi perekonomian terburuk bisa saja terjadi. "Tentu kita berharap yang terbaik," kata pria yang akrab disapa Enggar saat webinar kewirausahaan, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Dengan skenario terbaik yang ada, ia memperkirakan perekonomian di Tanah Air masih bisa tumbuh 0,5 persen pada tahun 2020. "Terus terang dengan kondisi ini, karena triwulan dua sendiri keluar dari perkiraan itu turun sampai minus 3,1 sampai minus 3,8 persen sekarang," ucapnya.

    Enggar menjelaskan, krisis ekonomi yang terjadi saat ini kondisinya jauh berbeda dengan krisis-krisis yang pernah ada sebelumnya. Sebab, kondisi sekarang sudah memukul semua sektor tak terkecuali UMKM yang sempat menyelamatkan Indonesia pada krisis tahun 1998. Kondisi supply and demand pun tertekan.

    Dengan kondisi seperti sekarang, Enggar mengatakan masih ada yang patut disyukuri, yaitu kondisi perbankan masih mencatatkan kinerja positif. Sehingga ia berharap sektor ini dapat menopang perekonomian Indonesia.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik dibandingkan negara lain pada saat pandemi Covid-19 ini. Ia mengklaim, hal itu tampak dari prediksi lembaga keuangan dunia kalau Indonesia masih memiliki pertumbuhan yang lebih baik dari negara yang terancam resesi pada 2020.

    "Kalau kita lihat seluruh negara masuk di dalam zona merah, artinya semua negara masuk dalam zona resesi," kata Airlangga, Jumat 19 Juni 2020. Dari seluruh negara yang masuk zona merah, masih ada tiga negara yang tumbuh positif, yakni India, Cina, dan Indonesia.

    Berdasarkan proyeksi lembaga-lembaga riset ekonomi dunia yang dikutip Airlangga, Indonesia diprediksi sebagai salah satu negara yang pulih lebih cepat. "Indonesia dianggap salah satu yang memungkinkan untuk cepat recovery-nya," ucap dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.