Selain Pilih Jonan, Unilever Juga Mengangkat Direktur Baru

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ignasius Jonan. TEMPO/Tony Hartawa

    Ignasius Jonan. TEMPO/Tony Hartawa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) segera mengangkat mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sebagai komisaris independen yang baru. Selain Jonan, Unilever juga mengangkat satu direktur baru yaitu Badri Narayanan.

    Penangkatan Jonan dan Badri menjadi salah satu agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Unilever yang akan digelar bulan depan, 24 Juli 2020. Informasi ini disampaikan pihak Unilever dalam laman resmi mereka dalam surat kuasa untuk menghadiri RUPST.

    "Pengangkatan kembali dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris Perseroan dan perubahan susunan Direksi Perseroan)," demikian tertulis dalam surat terseebut yang dipublikasikan Unilever pada Kamis, 25 Juni 2020.

    Dalam lampiran surat dijelaskan, Badri merupakan warga negara India yang akan memimpin bagian penjualan perusahaan. Ia menyandang gelar dari Sekolah Bisnis dalam Inovasi Perusahaan dan Kepemimpinan Strategis dari Universitas Standford, California, Amerika Serikat.

    Badri bukan orang baru di Unilever. Ia sudah bergabung dengan Unilever pada tahun 2000 sebagai Area Sales and Customer. Selama 20 tahun terakhir, Badri pernah bekerja di bagian Area Sales and Customer dan Merek Regional. Kemudian di bagian CD Excellent and Operations, Direktur Regional Customer Developement, baik di tingkat lokal, regional, dan global.

    Dua peran terakhirnya adalah sebagai Wakil Presiden Unilever Global yang berbasis di India dan Wakil Presiden Global, B2B e-Commerce and Route to Market yang juga berada di India. "Beliau memiiki pengetahuan manajemen umum yang kuat," demikian tertulis lampiran surat tersebut.

    Sementara itu, anggota direksi lama tak berubah dan akan diangkat kembali pada RUPST bulan depan. Presiden Direktur Hemant Bakshi juga akan diangkat kembali. Namun tidak dijelaskan peluang dirotasi atau tidak.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.