Teten Ingin Anggaran Pemerintah Rp 735 T untuk Belanja UMKM

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat Webinar Nasional Pembayaran Sehat Menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Masa Pandemi COVID-19 dan New Normal di Jakarta Rabu (24/6/2020)

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat Webinar Nasional Pembayaran Sehat Menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Masa Pandemi COVID-19 dan New Normal di Jakarta Rabu (24/6/2020)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM Teten Masduki mengatakan setelah mengeluarkan kebijakan untuk cashflow dan modal kerja, pemerintah sedang mendorong sisi demand atau permintaan terhadap produk UMKM. Salah satunya dengan memanfaatkan belanja pemerintah, lembaga dan Badan Usaga Milik Negara atau BUMN.

    "Anggaran tahun ini ada Rp 735 triliun yang bisa dibelanjakan produk UMKM. Kami sudah koordinasi dengan LKPP dan sudah kami angkat di rapat kabinet," kata Teten dalam diskusi virtual Kamis, 25 Juni 2020.

    Dia menuturkan saat ini sedang menyiapkan e-katalog dan laman khusus UMKM di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa(LKPP). Kementerian bersama LKPP, kata dia, juga sedang melakukan pelatihan-pelatihan kepada kementerian dan lembaga untuk menyusun paket-paket pengadaan dan bagaimana melakukan pengadaan produk UMKM di katalog masing-masing.

    "Kami optimis kalau Rp 735 triliun itu mengalir untuk belanja produk UMKM, saya kira ekonomi UMKM mulai bergeliat kembali," ujarnya.

    Langkah kedua, kementerian mengadakan kampanye dengan tagar #banggabuatanIndonesia. Kampanye itu, bertujuan mendorong konsumsi masyarakat untuk membeli produk-produk UMKM. "Ini akan menambah demand produk UMKM," kata dia.

    Teten juga mengatakan terus berupaya mempercepat proses digitalisasi UMKM. Hal tersebut, karena dia melihat saat ini UMKM yang sudah terhubung dengan market place online dan memanfaatkan sistem digital bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

    "Cuma memang ini baru 13 persen baru sekitar 8 juta pelaku usaha, 87 persennya masih offline. Jadi saya kira ini yg harus kami percepat. Penjualan online di tengah pandemi naik," kata Teten Masduki.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.