Dampak Covid, Bappenas Targetkan Angka Kemiskinan 10,2 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat menyambangi Kantor Kementerian PPN/BAPPENAS, Jakarta, Kamis 16 Januari 2020. Kedatangannya sekaligus meninjau pelaksanaan sistem Integrated Digital Work (IDW) yang akan diterapkan pada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi saat menyambangi Kantor Kementerian PPN/BAPPENAS, Jakarta, Kamis 16 Januari 2020. Kedatangannya sekaligus meninjau pelaksanaan sistem Integrated Digital Work (IDW) yang akan diterapkan pada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah berupaya menekan jumlah orang miskin baru akibat Covid-19. Targetnya, kemiskinan pada akhir 2020 bisa bisa ditekan hingga 26,7 sampai 27,5 juta orang saja.

    "Dengan penekanan tersebut, tingkat kemiskinan akhir tahun diperkirakan 9,7 sampai 10,2 persen," kata Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial, Bappenas, Maliki, dalam diskusi online di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

    Terakhir pada September 2019, angka kemiskinan di Indonesia mencapai 9,22 persen atau sebanyak 24,79 juta orang. Covid-19 kemudian datang dan membuat lahirnya kelompok miskin dan rentan miskin baru.

    Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy juga membenarkan hal tersebut. Sehingga, kata dia, saat ini Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial yang mencapai 20 juta penduduk juga sedan diperbarui dan diverifikasi kembali.

    Adapun intervensi yang dilakukan yaitu berupa perluasan program sembako dan peningkatan indeks bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Terakhir ada juga Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial.

    Tanpa intervensi seperti ini, Maliki menyebut angka kemiskinan akan lebih tinggi lagi, yaitu mencapai 28,7 orang atau 10,7 persen. Angka ini naik 3,9 juta dari posisi September 2019.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.