Industri Baja Menanti Stimulus Pemerintah Segera Terealisasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim dalam konferensi pers terkait operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Ahad, 24 Maret 2019. TEMPO/Rosseno Aji

    Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim dalam konferensi pers terkait operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Ahad, 24 Maret 2019. TEMPO/Rosseno Aji

    Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini menuturkan menerima banyak sekali permintaan relaksasi tagihan listrik dari berbagai industri setelah pandemi merebak. "Kalau berdasarkan kemampuan keuangan PLN, itu sulit sekali dilakukan," katanya. Pasalnya perusahaan pun mengalami penurunan permintaan.

    Dia menuturkan, relaksasi ini perlu bantuan dari pemerintah. Saat ini sejumlah kementerian sedang membahas rencana tersebut. PLN menyatakan siap melaksanakan jika pemerintah menyiapkan program bantuannya.

    Direktur Bina Usaha Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi membenarkan tengah membahas wacana pemberian bantuan untuk industri melalui keringanan tagihan listrik. "Ini sedang dibahas juga dengan Kemenko Perekonomian," katanya.

    Pemerintah masih menentukan prioritas penerima bantuan lantaran saat ini semua industri terdampak penyebaran Covid-19 dan membutuhkan bantuan. Sementara di sisi lain, keuangan pemerintah terbatas. Hendra pun menyadari PLN akan menanggung beban berat jika relaksasi ini dilimpahkan pada perusahaan sepenuhnya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.