Bio Farma Targetkan Produksi 700 Ribu Alat Tes PCR Tiap Bulan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bio Farma. Bumn.go.id

    Logo Bio Farma. Bumn.go.id

    TEMPO.CO, BANDUNG - Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, perusahaan saat ini sudah memproduksi 140 ribu Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Kit yang telah dikirim ke seluruh Indonesia. RT-PCR kit merupakan alat uji PCR hasil pengembangan Bio Farma dengan start-up Nusantics yang difasilitas oleh BPPT/Ristek-BRIN.

    “Saat ini, Bio Farma mampu memproduksi sebanyak 50 ribu kits per minggu dengan menggunakan fasilitas yang sekarang berlokasi di kawasan Bio Farma,” kata dia, dikutip dari rilis, Sabtu, 20 Juni 2020.

    Bio Farma bertugas untuk memproduksi RT-PCR kit tersebut sekaligus melakukan validasi, registrasi, dan distribusinya. RT-PCR Kit belum lama diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di sela peringatan Hari Kebangkitan Nasional. 

    Bio Farma berencana menaikkan kapasitas produksinya dengan memanfaatkan fasilitas produksi vaksin flu burung yang berada di kawasan Bio Farma. Fasilitas tersebut tengah dalam proses penyerahan dari Kementerian Kesehatan pada Bio Farma. Fasilitas produksi vaksin flu burung tersebut selain berada di kawasan Bio Farma, satu lagi berada di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. 

    “Apabila fasilitas produksi eks produksi vaksin flu burung dapat difungsikan, Bio Farma diharapkan akan mampu secara rutin memproduksi RT PCR sesuai dengan kebutuhan nasional, yaitu sebanyak 20 ribu kit per hari atau 700 ribu kit per bulan,” kata Honesti.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Efendy, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkunjung melihat fasilitas milik Bio Farma pada Sabtu, 20 Juni 2020. 

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, saat ini diperlukan percepatan penanganan Covid-19, salah satunya dengan membangun fasilitas produksi RT-PCR, serta vaksin Covid-19. Dia mendukung percepatan pengalihan fasilitas produksi vaksin flu burung dari Kementerian Kesehatan pada Bio Farma.

    “Kami dari Kemenkes berharap Bio Farma mampu untuk memproduksi RT-PCR hingga 700 ribu kit per bulannya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Bio Farma, yang saat ini masih berada di bawah Kementerian Kesehatan. Kami siap membantu Bio Farma untuk melakukan upaya percepatan pengalihan fasilitas produksi vaksin flu burung dari Kementerian Kesehatan ke Bio Farma,” kata Terawan, dikutip dari rilis, Sabtu, 20 Juni 2020.

    Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Efendy mendukung rencanan percepatan produksi RT-PCR produksi Bio Farma untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

    “Peningkatan kapasitas produksi untuk RT-PCR tersebut memang diperlukan mengingat kebutuhan dalam negeri yang besar juga. Kami mengapresiasi kemampuan Bio Farma yang sudah mampu memproduksi sendiri RT-PCR. Untuk penambahan fasilitas produksi, bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada sekarang, maupun memanfaatkan di tempat lain seperti di Balitbangkes,” kata Muhadjir. 

    Bio Farma menyiapkan lima skenario untuk penanganan Covid-19. Diantaranya pembuatan RT-PCR kit, dukungan pada terapi plasma konvalesen, pembuatan VTM (Virus Transport Media), serta pembuatan Mobile Laboratorium BSL3. 

    Sebelum mengunjungi Bio Farma, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Efendy, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, ditemani Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  mengunjungi Rumah Sakit dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Sabtu, 20 Juni 2020. Kunjungannya sekaligus melihat kesiapan layanan rumah sakit menjelang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.