Rivan Purwantono Akan Ditunjuk jadi Direktur Utama Bank Bukopin

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rivan A Purwantono. Twitter/@Rivantono

    Rivan A Purwantono. Twitter/@Rivantono

    TEMPO.CO, Jakarta - Rivan A Purwantono pagi ini akan diumumkan menjadi direktur utama PT Bank Bukopin Tbk. Sempat beberapa pekan menduduki kursi direktur keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero), ia kembali ke bank tempat ia terakhir menjadi direktur konsumer itu.

    Rapat Umum Pemegang Saham Bank Bukopin pagi ini rencananya juga akan mengangkat Sapto Amal Damandari, mantan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, sebagai komisaris.

    Sumber Tempo yang mengetahui perkembangan Bukopin menyatakan, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, dan para pemegang saham telah menyetujui pengangkatan Rivan Purwantono. “Kalau tidak ada perkembangan luar biasa, RUPS akan mengumumkan pengangkatan Rivan,” katanya, Kamis, 18 Juni 2020.

    Ketika dimintai konfirmasi, Rivan Purwantono menolak berkomentar banyak. “Tunggu saja pengumuman dari OJK dan RUPS,” kata alumnus  Universitas Gadjah Mada tahun 1985 itu.

    Merintis karir di Bank Lippo, Rivan bergabung ke Bank Bukopin pada 2006. Ia diangkat menjadi direktur konsumer pada Januari 2018.

    Ia antara lain membangun Bukopin Bisnis Konsumer dan Bukopin Prioritas. Karir Rivan di Bank Bukopin berkembang sebagai Kepala Divisi Sales Management pada 2011, Kepala Divisi Dana Komersial pada 2012, General Manager Pengembangan Bisnis pada 2014, dan General Manager Bisnis Konsumer pada 2017. Pada Mei 2020, ia ditunjuk menjadi direktur keuangan PT KAI (Persero).

    Pada saat hampir sama, Bank Bukopin kehilangan nakhodanya, setelah direktur utama Eko Rachmansyah Gindo mengundurkan diri. Bank ini kemudian diterpa berbagai isu negatif, terutama masalah kesulitan likuiditas.

    BUDI SETYARSO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.