Investor Cina Siapkan Dana USD 8 M untuk Proyek Kilang Batam

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana malam kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (18/5).  ANTARA/Paramayuda

    Suasana malam kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (18/5). ANTARA/Paramayuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Kedaulatan Maritim dan Enegi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan saat ini telah ada investor Cina yang menyatakan siap menanamkan modal sebesar US$ 6-8 miliar untuk membangun kilang di kawasan Batam, Kepulauan Riau.

    Namun, Purbaya belum menjelaskan secara rinci mengenai rencana proyek tersebut. "Mereka baru mengajukan surat persetujuan ke kami untuk kira-kira $ 6-8 miliar untuk investasi kilangnya di situ. Untuk kapasitasnya, saya belum tahu dengan detail," ujar dia dalam konferensi video, Selasa, 9 Juni 2020.

    Purbaya mengatakan dalam investasi kilang tersebut, perusahaan Cina itu diperkirakan tidak perlu bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero). Namun, mereka mesti menggandeng perusahaan energi pelat merah itu untuk penyerapan ke pasar. "Tapi mereka bilang juga bisa ke pasar international, makanya pilihanya di kawasan di Kepulauan Ri, dekat jalur pelayaran internasional."

    Ke depannya, kata Purbaya, kementeriannya bakal mengawal ketat invetasi kilang minyak di Tanah Air. Ia menilai tantangan yang menghambat masuknya investasi di bidang tersebut cukup kencang. "Saya menyadari investasi di kilang itu anginnya besar, karena kami berhadapan dengan para mafia minyak. Tapi kalau kita kawal dengan baik, saya yakin ini bisa berjalan dengan baik," ujar dia.

    Contoh kasusnya, Ia mengatakan ada salah satu kasus di mana investor masuk berinvestasi di wilayah Batam namun terkendala. "Karena masalah hukum diganggu pemain domestik, selama tujuh tahun tidak bisa jalan," tutur Purbaya. Kasus tersebut sudah sudah hampir putus dan mungkin dalam beberapa bulan ke depan bisa mulai berinvestasi di sana.

    Rencana awal, investasi yang akan masuk adalah sekitar US$ 800 juta untuk penyemburan minyak. Kalau proyek tersebut berhasil, perusahaan asal Cina, Cinopec akan berinvestasi kilang di sana.

    Pernyataan purbaya juga berkaitan dengan nasib sejumlah inventasi kilang di Tanah Air beberapa waktu ini. Belakangan, sejumlah proyek kilang minyak tak berjalan mulus, misalnya saja pada proyek Kilang Bontang. PT Pertamina (Persero) pun memutuskan menunda pengerjaan lantaran mitra strategis dalam proyek tersebut menyatakan mundur. Adapun mitra terpilih untuk proyek tersebut sebelumnya adalah Overseas Oil and Gas (OOG) LLC.

    Tak hanya itu, Pertamina juga ditinggal mitra strategis pada proyek pembangunan kilang hijau atau biorefinary di Cilacap. Kendati demikian, perseroan berencana mempercepat pembangunan kilang hijau atau biorefinary di sana pasca mundurnya Saudi Aramco.

    Fenomena tersebut tak luput dari pemantauan Kemenko Marves. Purbaya mengatakan kementeriannya akan melakukan investigasi mengenai persoalan tersebut. "Mengenai investor kilang yang kabur ramai-ramai, kami akan investigasi lebih lanjut," ujar dia.

    Purbaya menceritakan pengalamannya mengawal investasi petrokimia dari CPC Taiwan untuk masuk ke Balongan. Kala itu, ia mengawal investasi tersebut sampai perlu terbang ke Taiwan untuk meyakinkan investor untuk masuk. "Jadi investasi dengan Pertamina di bebeapa tempat itu, begitu masuk Kemenko Marves akan kami kawal seperti kami mengawal investasi CPC dari Taiwan di Balongan. Jadi enggak ada yang main-main lagi."

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.