Angkasa Pura II Cek Dokumen Penumpang Citilink secara Digital

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang beraktivitas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 25 April 2020. PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Halim Perdanakusuma meniadakan seluruh penerbangan penumpang mulai Sabtu 25 April 2020 hingga 1 Juni 2020 menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. ANTARA

    Penumpang beraktivitas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 25 April 2020. PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Halim Perdanakusuma meniadakan seluruh penerbangan penumpang mulai Sabtu 25 April 2020 hingga 1 Juni 2020 menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Angkasa Pura II (Persero) memperluas simulasi penerapan digitalisasi dokumen untuk calon penumpang Citilink Indonesia. Angkasa Pura II sebelumnya sudah menerapkannya pada penumpang Garuda Indonesia.

    Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mempersiapkan operasional dan kesiapan Bandara Soekarno-Hatta menuju fase kenormalan baru (new normal) termasuk aspek kesiapan pelayanan kepada penumpang. Salah satunya, pengecekan secara digital terhadap dokumen-dokumen yang wajib dimiliki calon penumpang pesawat untuk diperbolehkan melakukan penerbangan.

    "Uji coba dilakukan untuk penumpang di sejumlah penerbangan Citilink di Terminal 2 Soekarno-Hatta dan penumpang Garuda di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta," jelasnya, Senin 8 Juni 2020.

    Melalui aplikasi tersebut calon penumpang pesawat bisa mengunggah dokumen syarat penerbangan seperti hasil tes RT-PCR atau rapid test, KTP lalu surat keterangan perjalanan dan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), untuk kemudian dilakukan pengecekan secara digital.

    Pihaknya menuturkan uji coba terus dilakukan hingga aplikasi Travelation sempurna dan siap diluncurkan. Selanjutnua, Travelation secara perdana akan diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta lalu menyusul di bandara-bandara lain di bawah AP II.

    Sementara itu Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menyampaikan pengecekan dokumen secara digital diharapkan bisa dikaji untuk juga diintegrasikan dengan maskapai.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?