PSBB Jakarta Dilonggarkan, Gojek Siap Beroperasi?

Gojek, YABB & Alfamart: Bagikan Ratusan Ribu Paket Sembako untuk Dukung Kebutuhan Keluarga Mitra Driver.

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan penyedia aplikasi pemesanan ojek online, Gojek, menyambut baik langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, dengan kebijakan ini, para pengemudi berkesempatan kembali melayani penumpang.

"Pada penerapan PSBB sebelumnya, mitra kami hanya melayani pengiriman barang denga GoSend, pesan antar makanan (GoFood), berbelanja kebutuhan sehari-hari (GoMart), dan lainnya," tutur Nila dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2020.

Untuk mempersiapkan reaktivasi layanan pengangkutan penumpang, Nila mengatakan perseroannya telah menetapkan prosedur yang mengedepankan aspek kebersihan dan kesehatan. Prosedur tersebut berlaku baik untuk layanan ojek maupun taksi online alias GoCar.

Pertama, kata Nila, perusahaan menetapkan syarat bagi mitra pengemudi sebelum mengangkut penumpang, yaitu mesti menggunakan masker, sarung tangan, serta sanitizer. Menurut Nila, pengemudinya sudah diedukasi untuk menerapkan protokol kesehatan secara displin.

Kedua, Nila juga mewajibkan penumpang menggunakan masker dan mengimbau pengguna layanan Gojek untuk membawa helm SNI pribadi. Ketiga, untuk mencegah kontak antara penumpang dan pengemudi, Gojek mewajibkan armada mitranya dilengkapi dengan sekat pelindung batas.

Keempat, Gojek telah menyalurkan layanan on-demand yang membantu penumpang mendeteksi suhu tubuh pengemudi. Kelima, Gojek telah mendirikan 13 posko di beberapa daerah untuk mengecek kondisi pada pengemudi.

"Posko ini menyediakan tiga layanan rutin bagi seluruh mitra pengemudi, yaitu pengecekan suhu tubuh, pembagian masker dan sanitizer, serta penyemprotan disinfektan baik ke motor atau mobil," ujar Nila.

Keenam, perusahaan mendorong pencegahan kontak fisik pelanggan dan mita pengemudi dengan mengedepankan layanan contacless driver. Layanan tersebut berlaku untuk fitur GoMed, GoSend, GoMart, GoShop, dan GoBox.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi telah menetapkan status PSBB transisi. Dengan penetapan itu, sejumlah pembatasan di masa PSBB sebelumnya akan dilonggarkan. "PSBB masa transisi ini berlaku hingga selesai," kata Anies.

Ia menjelaskan, PSSB transisi berlaku mulai besok, 5 Juni 2020 hingga akhir Juni 2020. PSBB DKI Jakarta saat ini sudah bisa dilonggarkan karena angka reproduksi/tingkat penularan awal Covid- 19 atau R0 di Jakarta dalam beberapa hari terakhir menunjukkan angka 0,99.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan aturan terkait pengendalian transportasi di masa PSBB transisi masih sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020. Meski beberapa aturan dikecualikan, seperti kendaraan roda empat dan roda dua dapat diisi dengan penumpang 100 persen, ia menjelaskan belum ada keputusan untuk ojek online. "Karena yang boleh 100 persen penumpang itu satu keluarga dengan alamat KTP sama," tuturnya.






Polsek Tambora Selidiki Aksi Penembakan oleh Pria Berjaket Ojol

1 hari lalu

Polsek Tambora Selidiki Aksi Penembakan oleh Pria Berjaket Ojol

Polsek Tambora menyelidiki kasus penembakan yang dilakukan seorang pria memakai jaket ojek online kepada warga di kawasan Tanah Sereal, Jakarta Barat


Dugaan Pelanggaran Aplikator Belum Ditanggapi Kemenhub, SPAI Surati Presiden Jokowi

2 hari lalu

Dugaan Pelanggaran Aplikator Belum Ditanggapi Kemenhub, SPAI Surati Presiden Jokowi

SPAI akan bersurat ke Presiden karena laporan dugaan pelanggaran aplikator.


Karena Masalah Hak Cipta, GoTo dan Nadiem Makarim Digugat Rp 41,9 T

2 hari lalu

Karena Masalah Hak Cipta, GoTo dan Nadiem Makarim Digugat Rp 41,9 T

Pemilik ojek online Bintaro Hasan Azhari kembali menggugat PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Nadiem.


Driver Ojol Beberkan Besaran Potongan oleh Aplikator Hampir 40 Persen

6 hari lalu

Driver Ojol Beberkan Besaran Potongan oleh Aplikator Hampir 40 Persen

Salam setiap pemesanan atau order, aplikator memotong biaya kepada pengemudi ojol sekitar 20 hingga hampir 40 persen.


Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

7 hari lalu

Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

Kemenhub mengatakan belum menerima laporan dari perwakilan ojol soal aplikator yang melanggar aturan tarif.


Pengemudi Laporkan Aplikator Pelanggar Tarif Ojol, Kemenhub: Belum Ada Laporan

8 hari lalu

Pengemudi Laporkan Aplikator Pelanggar Tarif Ojol, Kemenhub: Belum Ada Laporan

Jika laporan soal keluhan para pengemudi ojol itu masuk, Kemenhub akan segera meneruskannya ke Kominfo.


Dapat BLT Rp 1,2 Juta, Driver Ojek Online: Ibarat Obat Pereda Nyeri

8 hari lalu

Dapat BLT Rp 1,2 Juta, Driver Ojek Online: Ibarat Obat Pereda Nyeri

Dia khawatir pemberian BLT UMKM ke driver ojek online itu dimanfaatkan oleh pihak aplikator untuk menekan biaya perusahaan dan kemudian lepas tangan.


Ojol Bakal Terima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mulai Oktober, Apa Saja Syaratnya?

9 hari lalu

Ojol Bakal Terima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mulai Oktober, Apa Saja Syaratnya?

Selain pengemudi ojol, nelayan juga turut menjadi sasaran penerima bansos berupa BLT UMKM yang akan cair mulai bulan Oktober mendatang.


RUU Transportasi Daring Tak Masuk Prolegnas, Pengemudi Angkutan Online Bersurat ke DPR

12 hari lalu

RUU Transportasi Daring Tak Masuk Prolegnas, Pengemudi Angkutan Online Bersurat ke DPR

Kado berharap pertemuan pengemudi dengan DPR pada 28 September besok bisa menghasilkan kesepakatan.


Pengemudi Ojek Online Desak Jokowi Turun Tangan Atasi Masalah Dugaan Pelanggaran Aplikator

12 hari lalu

Pengemudi Ojek Online Desak Jokowi Turun Tangan Atasi Masalah Dugaan Pelanggaran Aplikator

Sejumlah aplikator, menurut pengemudi ojek online, telah memotong komisi di atas 15 persen.