Masa Pandemi, Sensus Penduduk Door-to-door Tak Pakai Metode Wawancara

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Sensus Penduduk 2010 melakukan pendataan warga di Kampung Rawa, Jakarta (1/5). TEMPO/Subekti.

    Petugas Sensus Penduduk 2010 melakukan pendataan warga di Kampung Rawa, Jakarta (1/5). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan lembaganya bakal melakukan sensus penduduk secara door-to-door pada September 2020. Ia mengatakan sistem sensus penduduk dari pintu ke pintu kali ini tidak akan menggunakan metode wawancara lantaran adanya wabah Covid-19.

    Margo berujar metode yang digunakan kali ini adalah sistem kuesioner. "Door-to-door-nya tidak pakai wawancara. Nanti kuesioner di-drop oleh petugas dan akan diambil lagi setelah diisi. Hal ini menyesuaikan dengan kondisi Covid-19," ujar dia kepada Tempo, Jumat, 29 Mei 2020.

    Kemarin, Margo mengatakan sensus offline akan dilakukan untuk melengkapi sensus online yang belum mencakupi seluruh penduduk Indonesia. "Sensus itu kan cakupannya untuk semua penduduk, jadi kami akan melakukan sensus secara offline atau door-to-door untuk menduduk yang belum ikut secara online, pada September selama satu bulan full."

    Hingga 26 Mei 2020, penduduk yang merespons di sensus.bps.go.id baru mencapai sekitar 47 juta penduduk. Artinya capaian baru sekitar 77 persen dari target pengisi sensus penduduk online. BPS menargetkan sensus daring itu bisa menjangkau 22,9 persen dari total penduduk atau sekitar 61 juta penduduk.

    Margo memastikan tidak akan ada perpanjangan periode pengisian sensus penduduk online. Dengan demikian, masyarakat hanya bisa mengisi di laman sensus.bps.go.id hingga hari ini, Jumat, 29 Mei 2020. "Sensus online akan kami tutup pukul 23.59 WIB hari ini dan tidak ada perpanjangan lagi," ujar Margo kepada Tempo, Jumat, 29 Mei 2020. Dengan demikian, total responden melalui sensus online baru bisa dilihat pada esok hari.

    Sebelumnya BPS memperpanjang tenggat waktu sensus penduduk tersebut. Mulanya, sensus online direncanakan berlangsung 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Namun, lantaran adanya wabah Covid-19 dan target sensus daring yang belum tercapai, tenggat waktu sensus daring tersebut diperpanjang ke Mei 2020.

    Untuk mengajak masyarakat mengisi sensus penduduk online, Margo mengatakan lembaganya sudah melakukan publikasi melalui beberapa saluran. Saluran publikasi itu misalnya melalui media sosial, sekolah, kementerian dan lembaga, hingga dinas-dinas di daerah.

    Pada awal tahun, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan sensus penduduk 2020 akan menjadi tolak ukur bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan yang efektif. "Data yang akurat sangat penting untuk kebijakan yang tepat. Jangan sampai eksekusi program atau kebijakan tidak berpegang data akurat," kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020.

    CAESAR AKBAR | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.