Hari H Lebaran, Maskapai di Bandara Soetta Hanya 30 Penerbangan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Mei 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

    Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Mei 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat jumlah pergerakan pesawat angkutan khusus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Hari H Lebaran, Ahad, 24 Mei 2020, menurun tajam ketimbang hari-hari biasa pada masa pelarangan mudik.

    "Hari ini hanya sekitar 30 penerbangan. Sedangkan hari-hari biasa pada masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar) bisa 100-200 penerbangan," ujar Vice President of Corporate Communications Angkasa Pura II Yado Yarismano kepada Tempo, Ahad, 24 Mei 2020.

    Adapun jumlah penumpang yang melakukan perjalanan lewat Bandara Soekarno-Hatta khusus pada momentum Idul Fitri kali ini tercatat hanya 800 orang. Penumpang tersebut merupakan orang dengan kriteria khusus sesuai dengan yang diatur dalam Surat Edaran Tim Gugus Tugas Nomor 4 Tahun 2020.

    Yado mengakui jumlah pergerakan penumpang dan pesawat secara kumulatif memang melorot ketimbang frekuensi yang tercatat pada hari-hari normal. Sebelum virus corona mewabah, Yado mengungkapkan trafik pesawat rata-rata per hari bisa mencapai 1.200 pergerakan.

    Sedangkan jumlah penumpang pun dapat menyentuh 200 ribu per hari. "Jadi kalau dihitung, trafik penerbangan rata-rata pada saat pembatasan transportasi ini hanya sekitar 8-10 persen dari trafik normal," katanya. Sementara itu, pergerakan penumpang saat pandemi hanya 2,5 persen dari lalu-lintas normal.

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengakui bahwa pergerakan pesawat yang dioperasikan perusahaannya secara kumulatif turut menurun tajam dibandingkan dengan Lebaran pada masa normal. Adapun rata-rata okupansi penumpang per pesawat yang diangkut untuk penerbangan khusus pun tak mencapai 50 persen dari total kapasitas kursi.

    "Lebaran tahun ini memang unik dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
    Tapi memang kita mesti membiasakan diri dengan situasi ini," tutur Irfan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.