Kerap Dikritik soal Kinerja, Luhut : Saya Tak Terlalu Mikirin

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai menghadiri diskusi bertajuk 'Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara' di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai menghadiri diskusi bertajuk 'Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara' di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui dirinya kerap kali dikritik dan dipandang miring soal kinerja sebagai menteri Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurutnya, hal tersebut tak menjadi masalah apabila dia bekerja dengan benar.

    "Saya tak terlalu mikirin, karena saya selalu percaya gini, yang penting kamu buat benar. Jadi pertama kamu jangan terlibat conflict of interest itu aja, kalau kamu tak ada conflict of interest di situ ya kau kerja aja yang baik," kata dia saat diskusi bersama RRI, Sabtu 23 Mei 2020.

    Dia mengatakan, dirinya sebagai menteri pun kinerjanya selalu diawasi banyak pihak seperti Kejaksaan Agung, Badan Pengawas Keuangan, termasuk Presiden Jokowi. Jadi, menurutnya, tak ada kesempatan untuknya berlaku curang apalagi korupsi. "Tak mungkin lah," ucapnya.

    Dengan zaman yang sudah serba digital, kata Luhut, kecurangan sekecil apapun akan terungkap juga. "Itu lah yang saya pikir pemerintah Bapak Jokowi korupsi menurut saya semakin kecil jadi efisiensi semakin baik. Apakah sudah sempurna? jauh dari sempurna tapi keliatan arahnya begitu ke depan," tutur Luhut.

    Lebih lanjut, Luhut mengatakan, kritik untuk dirinya adalah sebuah dinamika. Namun jika sebuah kritik tanpa landasan akademik yang benar, kata Luhut, hal itu menjadi sangat menyedihkan. "Sebab kalau mengkritik itu liat dulu lah program pemerintah apa itu. Kemudian kamu liat ke lapangan bener enggak4 begitu, jangan bercerita rumor saja pake jadi bahan," ucapnya.

    Dengan pola kritik macam tersebut, kata Luhut, bisa memberikan pembelajaran buruk bagi generasi muda. Kemudian dampaknya bagi pengkritik pun, jika omongannya tak dapat dibuktikan, maka akan merusak reputasinya sendiri.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?