Laba Bersih Naik 48 Persen, BTPN Kantangi Rp 752 Miliar

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layanan di Bank BTPN.

    Layanan di Bank BTPN.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank BTPN Tbk. mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2020. Hal ini tercermin dari raihan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) yang mencapai Rp752 miliar atau meningkat sebesar 48 persen secara tahunan. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp507 miliar.

    Seiring dengan raihan laba tersebut, penyaluran kredit BTPN juga tumbuh 12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp139,8 triliun pada akhir Maret 2019 menjadi Rp157 triliun pada akhir Maret 2020.

    Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana mengatakan penyaluran kredit dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas. Rasio kredit bermasalah (non-perfoming loan/NPL) tercatat relatif rendah, yaitu 0,97 persen (gross).

    “Dengan situasi perekonomian global yang tidak menentu, ditambah perkembangan terkini penyebaran Covid-19, kami tetap berusaha mempertahankan kinerja bank tetap positif. Hal ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung perekonomian Indonesia,” katanya dalam siaran pers Bank BTPN, Selasa 19 Mei 2020.

    Dia memaparkan penyaluran kredit salah satunya ditopang segmen korporasi yang mencapai Rp92 triliun. Dalam melayani kelompok nasabah ini, perseroan fokus menyalurkan pembiayaan melalui sejumlah sindikasi untuk proyek ketahanan energi, ketahanan pangan, serta infrastruktur.

    Selain itu, Bank BTPN juga memberikan pinjaman secara bilateral ke perusahaan swasta nasional, badan usaha milik negara (BUMN), industri otomotif, hingga perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor.

    “Pembiayaan segmen korporasi menunjukkan komitmen jangka panjang kami dan pemegang saham pengendali Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dalam mewujudkan kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” kata Ongki.

    Di samping itu, penyaluran kredit juga ditopang segmen kredit usaha kecil dan menengah, komersial, serta kelompok prasejahtera produktif melalui anak usaha, BTPN Syariah.

    Untuk menyeimbangkan laju pertumbuhan kredit, Bank BTPN menghimpun pendanaan senilai Rp161,2 triliun sampai akhir kuartal I-2020, meningkat 3 persen dari periode yang sama tahun lalu.

    Jumlah tersebut terdiri dari dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp97,1 triliun, pinjaman pihak lain Rp57 triliun, serta pinjaman subordinasi senilai Rp7,1 triliun.

    Dari total DPK, perseroan mampu meningkatkan porsi current account savings account (CASA) menjadi 29 persen pada kuartal I-2020, lebih tinggi dibandingkan porsi pada kuartal I-2019 yang sebesar 21 persen.

    “Pertumbuhan CASA memberikan dampak positif terhadap biaya dana. Selain membuat kami lebih kompetitif, kenaikan CASA juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk simpanan yang kami tawarkan, termasuk layanan solusi life finance Jenius,” kata Ongki.

    Hingga akhir Maret 2020, jumlah pengguna terdaftar Jenius mencapai lebih dari 2,5 juta nasabah bank, tumbuh 85 persen dari akhir Maret 2019 yang sebanyak 1,4 juta nasabah.

    Adapun, jumlah simpanan (funding) melalui Jenius mencapai Rp8,3 triliun. Data ini menunjukkan inovasi digital Bank BTPN mulai membuahkan hasil. Masyarakat juga semakin terbiasa menggunakan produk dan layanan digital.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.