Hari Ini Kalbe Farma Bagikan Dividen Rp 937,5 Miliar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa sekolah peserta Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2018 melihat proses pengemasan salah satu produk Dankos Farma (grup Kalbe) dalam kunjungan ke pabrik Dankos Farma di Jakarta, Kamis, 13 September 2018. KJSA 2018 merupakan program tahunan Tempo bersama Kalbe, yang diikuti 20 finalis dari 1.306 karya sains yang terdaftar. Tempo/Amston Probel

    Siswa sekolah peserta Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2018 melihat proses pengemasan salah satu produk Dankos Farma (grup Kalbe) dalam kunjungan ke pabrik Dankos Farma di Jakarta, Kamis, 13 September 2018. KJSA 2018 merupakan program tahunan Tempo bersama Kalbe, yang diikuti 20 finalis dari 1.306 karya sains yang terdaftar. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Kalbe Farma Tbk.(KLBF) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) , Senin 18 Mei 2020 dengan salah satu agenda persetujuan penggunaan saldo laba perseroan untuk tahun buku 2019.

    Dalam agenda tersebut, mengumumkan untuk membagikan dividen sebesar Rp 937,5 miliar atau Rp 20 per saham atau 37 persen dari laba bersih tahun 2019 yang berjumlah Rp 2,5 triliun.

    "RUPS memutuskan pembagian dividen sebesar Rp20 per saham sama dengan total Rp 937,5 miliar," kata Direktur Kalbe Farma Bernardus Karmin Winata saat paparan hasil RUPST secara virtual Senin 18 Mei 2020.

    Selain membahas pembagian dividen, ada empat agenda lain yang dibahas perseroan dalam RUPST kali ini. Agenda pertama adalah persetujuan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 31 Desember 2019.

    Kedua, pengangkatan anggota direksi dan pengesahan atas laporan keuangan 31 Desember 2019. Kemudian pengangkatan anggota direksi dan komisaris untuk masa jabatan hingga 2023. Kemudian penetapan gaji dan honorarium untuk direksi perseroan, dan terakhir penujukan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro, dan Surja.

    "Selain membagi dividen, RUPS juga menyetujui pengangkatan anggota komisaris independen yaitu bapak Adi Harsono, yang menggantikan bapak Prof. Farid Anfasa Moeloek yang berakhir masa tugasnya di RUPS ini," kata Bernardus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).