Kuartal I, BTN Restrukturisasi Kredit 30 Ribu Nasabah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bank Tabungan Negara (BTN). TEMPO/Tony Hartawan;

    Ilustrasi Bank Tabungan Negara (BTN). TEMPO/Tony Hartawan;

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN telah merestrukturisasi kurang lebih 30.000 nasabah selama kuartal pertama tahun 2020. Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury mengatakan potensi kredit yang akan direstrukturisasi bakal makin besar.

    Pahala bahkan memprediksi jumlah restrukturisasi kredit diperkirakan telah mencapai 77.000 nasabah hingga April 2020. Angka itu diproyeksi bertambah menjadi 90.000 nasabah pada akhir Mei 2020. Namun, tidak disebutkan nominal kredit yang sudah direstrukturisasi tersebut.

    Dia menegaskan restrukturisasi tidak berlaku langsung bagi semua nasabah. Perseroan akan melihat debitur yang membutuhkan dan terpengaruh Covid-19. Adapun debitor yang mendapatkan restrukturisasi juga harus memiliki kinerja baik hingga Februari 2020. 

    "Kami berharap debitor bisa komunikasi dan hubungi BTN karena bisa ketahui kebutuhan debitur. Kami bukan lagi menunggu, dengan proses interaksi, nasabah bisa menyampaikan kebutuhan apa, relaksasi atau restruktrurisasi seperti apa," kata Pahala, Jumat, 15 Mei 2020.

    Terkait pemberian subsidi bunga, bank pelat merah itu mengaku masih perlu memastikan aturan pelaksanaan. Pemberian subsidi bunga diharapkan tidak hanya akan membantu nasabah tetapi juga bank.

    Adapun sejauh mana subsidi bunga tersebut akan meningkatkan pendapatan perseroan, masih perlu dilakukan perhitungan. Pasalnya, perseroan perlu melakukan penyesuaian akuntansi atas kebijakan penundaan pembayaran bunga maupun pokok yang nantinya tetap dapat dihitung sebagai pendapatan. "Seberapa besar yang disubsidi masih menunggu peraturan pelaksana," ucap Pahala.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.