Bulog Targetkan Harga Gula Turun Menjelang Lebaran

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah menlakukan bongkar-muat truk bermuatan gula kristal putih di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018. Pemerintah memperkirakan produksi gula nasional hingga akhir tahun bisa mencapai 2,25 juta ton. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja tengah menlakukan bongkar-muat truk bermuatan gula kristal putih di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018. Pemerintah memperkirakan produksi gula nasional hingga akhir tahun bisa mencapai 2,25 juta ton. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama  Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas mengatakan, pihaknya siap menyalurkan gula putih Kristal (GKP) ke pasar pada akhir pekan ini, guna menjamin ketersediaan gula untuk rakyat, terutama menjelang lebaran. Penyaluran gula diharapkan agar harga kebutuhan pokok tersebut bisa tetap terjangkau oleh masyarakat luas.

    "Bulog baru saja mendapatkan pasokan gula dan akan segera menyalurkannya agar kebutuhan pokok bisa tetap tersedia, terlebih lagi di situasi luar biasa seperti sekarang, ditambah akan ada kegiatan Lebaran yang sudah di depan mata,” kata Buwas melalui keterangan tertulis Kamis, 14 Mei 2020.

    Bulog akan menggelontorkan sedikitnya 22 ribu ton gula yang baru saja didatangkan dari India. Buwas mengatakan, jumlah tersebut baru sebagian dari izin impor yang diberikan sebanyak 50 ribu ton.

    Harga gula pasir di tingkat konsumen sejak menjelang bulan Ramadan mencapai harga Rp 19.000 per kilogram, sehingga perlu ada intervensi yang masif dari pemerintah. Dengan stok Perum Bulog, Buwas optimistis dapat menekan harga gula kembali ke HET Rp 12.500 per kilogram.

    Selain itu, keamanan jumlah stok beras yang tersebar di seluruh wilayah kerja Perum Bulog hingga saat ini mencapai 1,4 juta ton. Perum Bulog juga terus melakukan pengadaan dalam negeri berupa gabah dan beras dari petani yang saat ini sedang panen raya. Adapun  hingga pertengahan Mei ini serapan  sudah mencapai 290 ribu ton.

    “Kami optimistis bahwa core bisnis kita tidak terganggu selama masa pandemi Covid-19 ini, dan kami selalu siap untuk mengemban tugas dari negara untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat serta penyerapan gabah beras dalam negeri selama panen raya yang kebetulan jatuh di bulan yang sama yaitu di bulan Ramadan”, katanya.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.