Properti di Bawah Rp 500 Juta Jadi Pasar Paling Prospektif

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Mandiri Properti Expo 2018 yang diselenggarakan PT Bank Mandiri Persero Tbk bekerjasama dengan PT. Debindomulti Adhiswasti dan DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta di Jakarta Convention Center, Jakarta pada pada 5-13 Mei 2018. Pameran ini memberikan Grand Prize satu unit rumah bagi pengunjung yang beruntung. Dewi Nurita/Tempo

    Suasana Mandiri Properti Expo 2018 yang diselenggarakan PT Bank Mandiri Persero Tbk bekerjasama dengan PT. Debindomulti Adhiswasti dan DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta di Jakarta Convention Center, Jakarta pada pada 5-13 Mei 2018. Pameran ini memberikan Grand Prize satu unit rumah bagi pengunjung yang beruntung. Dewi Nurita/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengembang properti menyatakan bahwa pasar hunian di bawah Rp 500 juta masih menjadi incaran banyak kalangan. Tak heran jika pangsa pasar properti di level harga ini menjadi yang paling prospektif dalam beberapa waktu ke depan.

    Alasannya, pangsa pasar rumah tapak di segmen harga ini pada dasarnya memang diperuntukkan bagi kalangan pengguna akhir alias end user. Berbeda jika untuk hunian di atas Rp 1 miliar yang biasanya diburu investor.

    "Rumah di bawah Rp 500 juta ini karena konsumennya adalah mayoritas end user dan untuk pemilik rumah pertama. Jadi, bisa dibilang sebagai kebutuhan dasar," ujar CEO Relife Property Ghofar Rozak Nazila kepada Bisnis, Minggu 10 Mei 2020.

    Relife Property selaku pengembang pun menangkap peluang di pasar ini. Ghofar mengatakan bahwa sejumlah proyek perusahaan memang menyasar segmen harga tersebut.

     

    Lagipula, sekitar 80 persen portofolio produk Relife Property diperuntukkan bagi segmen menengah, sedangkan 20 persen untuk segmen harga di atas Rp1 miliar.

    Menurut Ghofar, beberapa portofolio proyek hunian Relife Property di bawah Rp 500 juta tersebar di Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi hingga Makassar.  "Persaingan bisnis properti [di segmen harga ini] makin ketat dan menjadi benefit untuk konsumen sehingga banyak pilihan. Bagi pengembang, makin dituntut untuk memberi produk dan layanan terbaik," kata Ghofar.

    BISNIS 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.