Ini Penjelasan Kementan soal Pengadaan Ayam Rp 770 Ribu Per Ekor

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peternak berjalan di dalam kandang ayam broiler jenis pedaging di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu, 26 Juni 2019. Peternak setempat terpaksa menjual murah ternaknya demi mencegah kerugian lebih besar karena biaya pemeliharaan terus membengkak. ANTARA/Destyan Sujarwoko

    Peternak berjalan di dalam kandang ayam broiler jenis pedaging di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu, 26 Juni 2019. Peternak setempat terpaksa menjual murah ternaknya demi mencegah kerugian lebih besar karena biaya pemeliharaan terus membengkak. ANTARA/Destyan Sujarwoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian menjawab pertanyaan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) soal pengadaan ayam seharga RP 770 ribu per ekor. Anggaran itu muncul dalam daftar pelaksanaan anggaran (DIPA) refocusing APBN 2020 untuk penanganan Covid-19.

    Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan penetapan harga itu dihitung dari beberapa komponen. Artinya, tidak hanya untuk pengadaan ayam.

    "Komponen pertama ialah pengadaan ayam lokal sebanyak Rp 35 ribu senilai Rp 2,02 miliar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 2 Mei 2020.

    Kemudian, komponen kedua adalah hibah ayam produksi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahun 2020 senilai Rp 3,96 miliar.
    Selanjutnya, komponen ketiga merupakan penyelesaian sisa kontrak pekerjaan Program Bekerja Tahun 2019 senilai Rp 20,98 miliar di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

    Adapun untuk komponen pertama, Ketut menjelaskan bahwa alokasi penggunaan anggaran itu akan didistribusikan ke 22 kabupaten (11 provinsi). Secara rinci, bantuan komponen pengadaan bakal dialokasikan ke UPTD di empat provinsim Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung dan Gorontalo) dengan harga satuan per ekor Rp 55.525.

    Angka itu untuk pengadaan ayam lokal umur empat pekan senilai Rp 30 ribu, pakan 2,5 kilogram Rp 7.000 per kilogram (Rp 17.500) selama dua bulan; lalu obat-obatan Rp 1.500; dan bantuan biaya perbaikan kangang Rp 2.500. Kemudian, biaya operasional Rp Rp 4.025.

    Sedangkan untuk kelompok peternak, Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan tersebut ke tujuh provinsi. Di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, Aceh, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat dengan harga satuan per ekor Rp 58.538.

    Angka itu akan dialokasikan untuk pembelian ayam lokal umur empat minggu dan biaya distribusinya Rp 30 ribu. Kemudian, pembelian pakan 2,5 kilogram Rp 7.000 (Rp 17.500 selama dua bulan). Lalu, obat-obatan Rp 1.500 dan bantuan pembuatan kandang Rp 4.400.
    Selanjutnya untuk operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 5.138.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.