Barang Bawaan Erick Thohir, Dompet dan Buku Asmaul Husna

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN, Erick Thohir Ajak Masyarakat Ikut Berkomitmen Hadapi Virus Corona.

    Menteri BUMN, Erick Thohir Ajak Masyarakat Ikut Berkomitmen Hadapi Virus Corona.

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Raffi Ahmad berkunjung ke kantor Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada akhir pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, mereka berdiskusi banyak hal, mulai dari perkembangan dunia hiburan hingga dunia bisnis.

     

    Di sela-sela perjumpaan itu, Erick sempat menunjukkan benda-benda yang dibawanya ke kantor. "Bawa bolpoin dan dompet, ada uangnya lumayan," ujar Erick tampak dalam sebuah video yang diunggahnya di akun @erickthohir, Selasa, 28 April 2020.

     

    Saat Erick mengeluarkan dompetnya, Raffi sontak tertarik untuk melihat isi dari dompet tersebut. "Coba saya lihat pak menteri bawa duit cash berapa," tutur Raffi. Lembaran uang itu lantas dihitung olehnya satu per satu. "Pak Menteri bawa duit Rp 400 Ribu."

     

    Raffi lantas menunjukkan detail dari dompet Erick yang berwarna hitam itu. Tampak dompet itu terlihat tipis dan sederhana dengan isi sejumlah kartu. "Ada tagihan juga," tutur Erick berkelakar.  

     

    Erick lantas menunjukkan benda lainnya, yaitu sebuah buku Asmaul Husna, yakni buku yang memuat nama-nama Allah. Raffi kembali kaget dan membuka buku tersebut. "Wah Asmaul Husna, masyaAllah, selalu ingat nama keagungan Allah SWT," kata presenter kondang itu. "Jadi panas lihat Pak Erick, saya ibadah masih bolong-bolong."

     

    Dalam kesempatan itu pula Erick Thohir menjelaskan alasan tidak memiliki meja kerja khusus di dalam ruangannya. Ia mengaku terbiasa bekerja di meja panjang sejajar dengan rekan-rekan setimnya.

     

    "Kebiasaan, karena meja ini filosofinya buat saya kita duduknya sejajar dan lebih akrab daripada meja kerja yang kesannya orang menghadap saya di sini kita sama diskusi dan sejajar. Kita bisa tukar pikiran lebih cair," ujar pendiri Mahaka Group itu.

     

    Penjelasan itu disampaikan untuk menjawab keheranan Raffi Ahmad lantaran Erick tidak memiliki meja kerja pribadi di ruangannya. "Raffi menanyakan hal yang sama dengan beberapa orang yang datang ke ruangan saya, kenapa saya tidak punya meja kerja?" tulis Erick.

     

    Menurut Erick, dia menyukai bekerja bersama-sama dengan tim. Sehingga, bekerja di meja panjang tersebut memiliki kesan sejajar dan tidak ada batasan. Sehingga diskusi bisa berjalan lebih nyaman dengan konfigurasi seperti itu.

     

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.