Kadin: Stimulus Ekonomi Dukung Kelangsungan Industri Properti

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) menerima penghargaan dari Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani pada acara HUT ke-50 Kadin di Jakarta, Senin, 24 September 2018. Presiden Joko Widodo menerima penghargaan Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kiri) menerima penghargaan dari Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani pada acara HUT ke-50 Kadin di Jakarta, Senin, 24 September 2018. Presiden Joko Widodo menerima penghargaan Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kadin Indonesia menilai stimulus ekonomi dalam mengatasi dampak virus corona Covid-19 dapat mendukung kelangsungan industri properti sehingga kebijakan itu diharapkan dapat berjalan dengan lancar.

    Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti Hendro S Gondokusumo mengatakan sebagai salah satu lokomotif ekonomi nasional, industri properti harus dijaga keberlanjutannya. "Apalagi terdapat 174 industri yang terkait langsung di belakang industri properti, sehingga apabila pasar properti tidak kunjung membaik, dampaknya dapat bersifat sangat luas," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 27 April 2020.

    Pada 25 Februari lalu, pemerintah menggelontorkan paket stimulus fiskal untuk mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak penyebaran virus corona Covid-19. Stimulus yang diberikan pemerintah itu juga menyasar sektor properti, yakni dengan memberikan subsidi suku bunga dan uang muka.

    Hendro mengatakan Real Estat Indonesia (REI) memiliki 3.642 anggota dan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himppera) sebanyak 1.750 anggota, ditambah dukungan 174 industri di belakangnya.

    Dengan demikian ada potensi jutaan karyawan akan terdampak pandemi Covid-19.

    "Kami mengharapkan pemerintah dapat mengontrol implementasi stimulus dan relaksasi kebijakan yang telah diluncurkan agar bisa berjalan lancar," kata Hendro.

    Salah satu yang diharapkan adalah memastikan pelaksanaan Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19.

    Para pengembang properti dan asosiasi properti mengharapkan stimulus tersebut bisa berjalan lancar di lapangan sehingga akan dapat menciptakan stimulus bagi keberlangsungan perusahaan properti.

    Industri properti, kata Hendro, merupakan salah satu sektor usaha yang terkena dampak  Covid-19. Kondisi ini berdampak secara langsung terhadap penjualan, aktivitas pembangunan, konstruksi, dan pengelolaan keuangan. Karena itu, lanjut dia, memastikan sektor properti dapat terus bergerak menjadi poin kritikal yang perlu perhatian dan prioritas bersama.

    "Kami dari industri properti selalu siap gotong royong dengan pemerintah, berjuang menghadapi pandemi ini, walaupun pemerintah belum maksimal dalam memperhatikan dan memprioritaskan industri properti di rencana program pembangunannya," ujar Hendro.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.