Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp 10 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Mendagri Tito Karnavian (kedua kanan), Menkeu Sri Mulyani Indrawati (kiri) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kiri) dan Dirjen Aplikasi Informatika Samuel Abrijani (kanan) menunjukkan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama Koordinasi Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020. Perjanjian tersebut bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara serta meminimalisir potensi kebocoran keuangan pemerintah daerah. Tempo/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Mendagri Tito Karnavian (kedua kanan), Menkeu Sri Mulyani Indrawati (kiri) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kiri) dan Dirjen Aplikasi Informatika Samuel Abrijani (kanan) menunjukkan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama Koordinasi Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020. Perjanjian tersebut bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara serta meminimalisir potensi kebocoran keuangan pemerintah daerah. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mengucurkan dana stimulan hampir Rp 10 triliun untuk mengantisipasi dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia. Dana ini akan disalurkan lewat sejumlah kebijakan seperti segera meluncurkan kartu prakerja, meningkatkan dana PKH, insentif perumahan dan pariwisata, hingga menggunakan jasa pemengaruh (influencer).

    Pertama, kata Airlangga, pemerintah akan mempercepat peluncuran kartu prakerja di tiga provinsi, yaitu Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau pada bulan depan. Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan Peraturan Presidennya.

    "Rencananya, kartu prakerja ini ditargetkan untuk 2 juta (penerima) manfaat. Dan ditargetkan juga untuk menggunakan yang di naker (Kementerian Tenaga Kerja) sebanyak 500 ribu (orang)," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

    Kedua, pemerintah menaikkan tambahan manfaat bagi pemegang Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 50 ribu. "Jadi, total yang diberikan per KPM sebesar Rp 200 ribu. Ini akan diberlakukan selama 6 bulan, diawali bulan Maret 2020 dan kebutuhan anggaran sebanyak Rp 4,56 triliun," tuturnya

    Selain itu, kata Airlangga, pemerintah akan memberikan stimulus di bidang perumahan sebesar Rp 1,5 triliun. Rinciannya Rp 800 miliar berupa subsidi bunga dan Rp 700 miliar berupa subsidi uang muka.

    "Jadi tentu dengan demikian, dari jumlah penyaluran KPR 330 ribu unit, eksisting FLPP sebanyak 88 ribu, dan BP2BT 67 ribu unit, sehingga ada tambahan sebanyak 175 ribu unit dan ini dilaksanakan oleh bank umum maupun kementerian PUPR," kata dia.

    Menurut Airlangga, pemerintah juga akan memberikan insentif bagi wisatawan mancanegara sebesar Rp 298,5 miliar. Rinciannya untuk insentif diskon tiket pesawat Rp 98,5 miliar, anggaran promosi Rp 103 miliar, kegiatan kepariwisataan sebesar Rp 25 miliar, hingga menggunakan jasa pemengaruh. "Dan influencer sebesar Rp 72 miliar," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.