Investasi 4,37 T Masuk Indonesia, BI: Bunga Tinggi, Risiko Turun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan sambutan dalam konferensi internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-13 di Bali, Kamis, 29 Agustus 2019. Istimewa

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan sambutan dalam konferensi internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-13 di Bali, Kamis, 29 Agustus 2019. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengumumkan investasi dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) yang masuk ke Indonesia pada 13 sampai 20  April 2020 mencapai Rp 4,37 triliun. Masuknya arus modal di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 ini dinilai menunjukkan kepercayaan asing terhadap aset keuangan di Indonesia berangsur mengalami kenaikan.

    “Memang saham masih outflow Rp 2,8 triliun, sehingga sehingga secara neto inflow asing ke portofolio Indonesia mencapai Rp 1,57 triliun,” kata Perry dalam konferensi pers online di Jakarta, Rabu, 22 April 2020.

    Perry mengatakan ada dua faktor yang menyebabkan arus modal ini masih terus masuk ke Indonesia. Kedua faktor ini biasanya yang menjadi pertimbangan utama investor global selama ini.

    Pertama yaitu imbal hasil investasi portofolio SBN Indonesia yang masih cukup menarik. Sebagai contoh, yield spread obligasi Indonesia untuk tenor 10 tahun dengan US treasury memiliki perbedaan 7,1 persen. “Ini cukup menarik untuk investasi portofolio di Indonesia,” kata dia.

    Sementara jika diukur dengan yield secara riil (yield dikurangi inflasi) surat utang pemerintah Indonesia ini juga masih menarik. Dengan ekspektasi inflasi 4,6 persen, maka yield di Indonesia masih lebih tinggi dari Meksiko, India, maupun negara Asia lainnya.

    Faktor kedua yaitu premi risiko yang terus menurun. Sebelum Covid-19, kata Perry, BI mencatat volatility index (vix) di angka 18,8. Lalu saat puncak Covid-19 pada minggu kedua Maret 2020 di Indonesia, index ini naik menjadi 83,2. Lalu pada data terakhir, angkanya sudah turun menjadi 43,8. 

    Situasi ini, kata Perry, menunjukkan kepanikan pasar keuangan yang mencapai puncak pada minggu kedua Maret sudah berangsur reda. Meski ketidakpastian masih berlangsung, namun jauh lebih rendah. 

    Kedua situasi inilah yang membuat Bank Indonesia yakin daya tarik investasi di aset keuangan Indonesia, khususnya SBN, akan semakin meningkat. “Ini juga yang mendasari perkiraan kami bahwa itu mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Perry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.