Jokowi Minta Ketersediaan Beras Dihitung Cermat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memeriksa beras di Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 18 Maret 2020. Inspeksi mendadak itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan utamanya beras. Foto: BPMI Setpres

    Presiden Joko Widodo memeriksa beras di Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 18 Maret 2020. Inspeksi mendadak itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan utamanya beras. Foto: BPMI Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar ketersediaan beras memasuki musim kemarau dan Ramadan dapat dihitung secara cermat.

    "Pastikan ketersediaan bahan pokok, hitung yang betul berapa produksi beras kita, kemudian perkiraan produksi beras saat masuk musim kemarau juga cadangan beras nasional kita cukup untuk berapa lama," kata Presiden di Istana Merdeka Jakarta, Selasa, 21 April 2020.

    Presiden menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema "Antisipasi Kebutuhan Bahan Pokok" melalui konferensi virtual bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan para menteri Kabinet Indonesia Maju.

    "Tolong betul-betul dihitung, jangan overestimate. Tolong dikalkulasi yang cermat, dihitung yang detail berbasis data empiris yang valid dan reliable," ujar Jokowi.

    Presiden menyampaikan bahwa sebelumnya Food and Agriculture Organization (FAO) memperingatkan pandemi Covid-19 ini dapat menyebabkan krisis pangan dunia.

    "Ini hati-hati, oleh sebab itu setiap negara terutama negara-negara produsen beras akan lebih memprioritaskan kebutuhan sendiri, kebutuhan dalam negeri mereka," ungkap dia.

    Rantai bahan pokok pun dapat terhambat karena kebijakan karantina wilayah (lockdown).

    "Dan rantai pasok bahan pangan akan terganggu karena kebijakan lockdown, jadi kebijakan lockdown juga mempengaruhi rantai pasok bahan pangan ini," ujar dia.

    Presiden meminta agar rantai pasok kebutuhan pangan dapat disesuaikan dengan dinamika kebutuhan masyarakat.

    "Pastikan dalam supply chain petani mendapat perlindungan yang baik, hindari praktik-praktik yang tidak sehat dengan menerapkan prinsip tata kelola yang baik," ujar Jokowi.

    Presiden juga meminta satgas pangan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawasi rantai pasok dan stok pangan.

    Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan kebutuhan pangan di tengah pandemi Covid-19 tetap aman hingga Ramadhan 1441 Hijriah. "Ketersediaan pangan di Indonesia tetap aman, meskipun sekarang ini lagi pandemi COVID-19. Untuk saat ini hingga bulan puasa Ramadhan masih tetap aman," ujar Syahrul Yasin Limpo di Gowa, Selasa.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).