Stok Kurang, Harga Cabai di Makassar Naik 2 Kali Lipat Lebih

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean warga yang berburu cabai merah dan bawang putih di salah satu tenda Toko Tani Indonesia Center, Jalan Ragunan Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Ahad, 9 Februari 2020. Tempo/Adam Prireza

    Antrean warga yang berburu cabai merah dan bawang putih di salah satu tenda Toko Tani Indonesia Center, Jalan Ragunan Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Ahad, 9 Februari 2020. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga cabai merah bergerak naik dari harga Rp15 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram di pasar tradisional Makassar menjelang bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah.

    "Kenaikan harga cabai ini karena stok dari daerah mulai berkurang, kalaupun dapat dari pihak distributor harganya sudah naik dibanding pekan lalu," kata salah seorang pedagang cabai H Dahang di Pasar Terong, Makassar, Senin 20 April 2020. 

    Dia mengatakan, kenaikan harga cabai ini tidak sebanding dengan jumlah pembeli yang turun karena kebijakan pembatasan ke luar rumah. Karena itu, hanya membeli separuh persediaan cabai untuk dijual tiga hari ke depan.

    Kenaikan harga cabai merah juga diakui pedagang lainnya di Pasar Cidu, Makassar, Kasmawati.

    Menurut dia, kalau dalam kondisi normal biasanya dapat menjual cabai merah 25 kilogram (1 karung) per minggu. Kini dalam kondisi di pandemi COVID-19, hanya mampu menjual cabai merah separuh dari biasanya.

    "Selain karena pembeli makin kurang ke pasar, juga harganya makin mahal jelang Ramadhan," kata dia..

    Karena itu, Kasmawati membatasi membeli cabai merah dalam jumlah banyak. Dia khawatir cabai membusuk sebelum sempat terjual semua.

    Hal itu dilakukan sebagai salah satu strategi menghadapi kondisi pasar yang lesu sebagai dampak dari COVID-19 yang sudah merebak di Sulsel dan di Kota Makassar.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.