Kadin: Pasokan Listrik Penting untuk Cegah Penyebaran Corona

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi listrik di rumah (pixabay.com)

    ilustrasi listrik di rumah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai ketersediaan pasokan listrik di tengah pandemi cukup krusial untuk mengatasi dampak penyebaran virus corona Covid-19.

    Ketua Koordinator Gas Industri Kadin Ahmad Wijaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 16 April 2020, mengatakan berbagai penanganan medis dan non medis serta proses berkegiatan di rumah untuk bekerja maupun belajar, memerlukan jaminan stabilitas listrik.

    Oleh karena itu, ia berharap pembangunan pembangkit listrik dapat tetap berjalan meski dibayangi pandemi Covid-19 agar stabilitas listrik dapat mendukung proses kegiatan di rumah.

    "Utilitas tidak boleh berhenti, (proyek) minyak dan gas bumi juga tidak boleh berhenti. Di tengah pandemi, produsen dan rakyat mengharapkan pemerintah tetap menjalankan seluruh proyek utilitas seperti PLN, minyak dan gas bumi," kata dia.

    Kendati demikian, ia menyampaikan, tetap diperlukan skala prioritas dari proyek-proyek utilitas tersebut sesuai dengan instruksi presiden.

    "Jadi, jantungnya itu ada di PLN sama migas, dua ini tidak boleh berhenti," ucapnya.

    Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan pemerintah sudah selayaknya memberikan perhatian khusus terhadap pasokan listrik, terutama untuk kebutuhan rumah sakit.

    "Pemerintah dalam hal ini PLN harus bisa memastikan pasokan listrik bagi rumah sakit dan puskesmas tidak terganggu, sehingga penanganan Covid-19 dan pencegahan penyebarannya dapat optimal. Alhamdulillah, sejauh ini belum ada rumah sakit yang terkendala pasokan listrik, semua masih aman," katanya.

    Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet juga menilai pembangunan pembangkit listrik dapat dilanjutkan dengan catatan anggaran subsidi yang telah dianggarkan pemerintah khususnya untuk PLN tidak termasuk dalam anggaran realokasi pandemi Covid-19.

    Ia memperkirakan, kebutuhan listrik selama pandemi akan meningkat di sektor konsumsi rumah tangga. Hal tersebut terjadi karena banyak masyarakat yang menjalan kebijakan pembatasan fisik sehingga tidak keluar rumah.

    Ia melihat, pembiayaan pembangunan listrik umumnya juga menggunakan pinjaman luar negeri yang sifatnya jangka panjang. Jadi kontraknya sudah ditandatangani terlebih dahulu dengan bunga pinjaman yang relatif kecil.

    "Sehingga dalam kondisi seperti sekarang sebenarnya masih relatif memungkinkan untuk dilanjutkan," katanya.

    Untuk memastikan ketersediaan pasokan dan pelayanan, PLN sejak sebulan terakhir telah mempersiapkan secara teknis dan menjadikan ketersediaan listrik kepada masyarakat sebagai prioritas layanan terpenting yang harus dijaga. Para pegawai yang harus bekerja dan berada di kantor karena memegang tanggung jawab kritikal, pun difasilitasi perseroan dengan menyediakan kendaraan antar jemput dari rumah tinggal menuju kantor.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.