Prototipe Test Kit Virus Corona Buatan RI Rampung, Siap Produksi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat rapid test virus corona Self Covid-19 dapat menunjukkan hasil dalam waktu 10 menit, dengan tingkat akurasi diklaim sampai 92 persen. Santo mengatakan bahwa alat tes COVID-19 dijual dengan harga produksi, yaitu 10 dolar AS (Rp 160.000) sebab ini merupakan misi sosial untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Youtube.com

    Alat rapid test virus corona Self Covid-19 dapat menunjukkan hasil dalam waktu 10 menit, dengan tingkat akurasi diklaim sampai 92 persen. Santo mengatakan bahwa alat tes COVID-19 dijual dengan harga produksi, yaitu 10 dolar AS (Rp 160.000) sebab ini merupakan misi sosial untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembuatan Prototipe test kit qPCR virus corona atau Covid-19 buatan Indonesia rampung dan diklaim mampu mendeteksi virus dengan akurat. Prototipe ini dikembangkan oleh Nusantics dan instansi lainnya sebagai bagian dari Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19) yang dibentuk oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

    “Kami melakukan uji akurasi dan validasi prototipe terhadap strain Asia. Hasilnya, prototipe ini bisa mengidentifikasi strain Covid-19, yang berdasarkan data sudah mirip dengan prediksi mutasi strain indonesia,” kata Chief Technology Officer Nusantics Revata dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 5 April 2020.

    Menurut Revata, prototipe bernama Nusantara TFRIC-19 ini didesain menggunakan data genomic virus SARS-CoV-2 alias virus corona yang menyebar di Asia. Pada tahap pertama, Nusantics melakukan analisis bioinformatika dengan mencocokkan (alignment) sekuens genetika virus yang mewabah di Asia, untuk memilih gen sasaran.

    Dari analisis bioinformatika, Nusantics memutuskan untuk mendesain prototipe yang
    menyasar dua gen virus corona yaitu Gen RdRP (yang menghasilkan enzim untuk mereplikaksi virus saat menginfeksi sel manusia) dan Gen N (yang melindungi inti RNA virus).

    Nusantics keemudian menguji sensitivitas test kit dengan menggunakan isolat RNA dari luar negeri. Isolat dari luar negeri digunakan untuk mempercepat pengembangan, selama isolat RNA lokal belum tersedia. Hasil uji laboratorium pun membuktikan bahwa Nusantara TFRIC-19 bisa mendeteksi virus corona secara spesifik, dan tidak bereaksi terhadap genome virus lain.

    Adapun saat ini, Task Force BPPT untuk COVID-19 masih menunggu untuk mendapatkan sampel virus lokal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes. Penyempurnaan prototipe Nusantara TFRIC-19 pun diperkirakan selesai dalam 2-3 hari setelah sampel didapatkan.

    Prototipe dikembangkan dengan dana yang telah dihimpun oleh perusahaan venture capital ternama, East Venture, yang juga induk dari Nusantics. Lewat Gerakan Indonesia Pasti Bisa, East Ventures berhasil menggalang pendanaan hingga Rp 10 miliar. Dana inilah yang bakal digunakan untuk produksi massal prototipe test kit virus corona oleh BPPT, Bio Farma, dan Indonesia International Institute for Life Science.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.