Wabah Corona, BCA Pangkas Biaya Top Up Saldo GoPay dan LinkAja

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bank BCA. wikipedia.org

    Logo Bank BCA. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah masa darurat corona di Tanah Air,  PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberikan kemudahan bagi nasabahnya dengan menggratiskan biaya top up atau isi ulang saldo GoPay. BCA juga memberikan diskon biaya pengisian saldo LinkAja selama periode 1-30 April 2020

    Kebijakan itu ditempuh BCA dalam rangka mendukung anjuran pemerintah agar masyarakat di rumah saja, serta meningkatkan gerakan nontunai. Hal ini juga sebagai upaya penanggulangan wabah Corona alias COVID-19.

    “Dalam kondisi seperti ini, kami terus menerus mengimbau nasabah agar memaksimalkan transaksi nontunai melalui berbagai kanal BCA, seperti Mobile Banking dan Internet Banking dalam rangka mendukung physical distancing," ujar Direktur BCA Santoso dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2020.

    Ia berharap, program gratis biaya top up saldo GoPay dan diskon 50 persen pengisian saldo LinkAja dapat meminimalisir kontak fisik dalam melakukan berbagai transaksi untuk memenuhi kebutuhan selama masa wabah.

    Nasabah yang biasa menggunakan fitur OneKlik atau top up Gopay melalui BCA mobile dan kanal-kanal e-Banking BCA lainnya, tutur Santoso, akan mendapatkan cashback ke saldo GoPay sebesar Rp 1.000 sesuai biaya top up yang selama ini dikenakan. Selain itu, untuk pengisian saldo LinkAja melalui kanal BCA mobile, KlikBCA dan ATM BCA akan mendapatkan diskon sebesar 50 persen atau senilai Rp 500. Adapun tata cara pengisian saldo LinkAja dapat dilihat pada menu ‘Isi Saldo’ di Aplikasi LinkAja.

    Santoso menambahkan, perseroan juga telah menaikkan limit transfer individu melalui KlikBCA Individu sebesar Rp 250 juta per hari, dari sebelumnya sebesar Rp100 juta per hari. Kebijakan tersebut berlaku hingga 31 Mei 2020 untuk transfer antar rekening BCA dan transfer ke rekening bank lain dalam negeri.

    "Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung gerakan Banking From Home demi memastikan nasabah tetap dapat melakukan berbagai transaksi perbankan sesuai kebutuhan, dari rumah," tutur dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.