Kurangi Armada karena Corona, DAMRI: Pengemudi Tetap Digaji

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bus Damri jurusan Bandara Soekarno Hatta mangkal di depan pintu keluar Terminal Rawamangun, Jakarta, 28 Mei 2015. Diduga terdapat salah desain di bangunan Terminal Rawamangun sehingga bus berukuran besar tidak bisa masuk. TEMPO/Subekti

    Sejumlah bus Damri jurusan Bandara Soekarno Hatta mangkal di depan pintu keluar Terminal Rawamangun, Jakarta, 28 Mei 2015. Diduga terdapat salah desain di bangunan Terminal Rawamangun sehingga bus berukuran besar tidak bisa masuk. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum (Perum) Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) memutuskan untuk mengurangi armada dan jadwal angkutan Bandara Soekarno-Hatta serta sejumlah trayek lain. Penyesuaian operasional ini dilakukan per 29 Maret 2020  demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) yang lebih luas.

    "Khusus untuk angkutan bandara Kertajadi mulai 1 April 2020," kata Kepala Divisi Sekretariat Perum DAMRI Nico R. Saputra, Rabu 1 April 2020.

    Dia merinci sejumlah rute yang disesuaikan operasionalnya sementara waktu adalah Bandara Soekarno-Hatta rute Bekasi Timur, Sentul City, Mangga Dua, Pramuka City, Pulo Gebang, D'Mall, Kemang Pratama, Epicentrum, Plaza Senayan, dan Halim-Depok. Selain itu juga bus Trans Jawa dengan rute Jakarta-Surabaya, Angkutan Lintas Batas Negara, dan Angkutan Bandara Kertajati.

     

    Nico melanjutkan, untuk Angkutan Kota Bandung juga ikut terdampak sementara, yakni jalur I (Cicaheum-Cibeureum), Jalur VI via Cibiru (Elang-Jatinangor), Jalur V (Leuwipanjang-Dipatiukur/Dago), Jalur XV (Alun-alun-Ciburuy), dan Jalur Alun-alun-Kota Baru Parahyangan (KBP)

    Meski operasional bus DAMRI dikurangi, perseroan memastikan tetap akan membayarkan gaji bulanan kepada para sopir yang terdampak. "Sejauh ini, jadwal-jadwal operasional DAMRI lainnya belum mengalami perubahan. Jika ada perubahan operasional lainnya akan segera kami informasikan," ujar Nico.

    BISNIS

    Catatan Redaksi: Artikel ini telah disunting ulang pada Kamis 2 April 2020 pukul 17.08 berdasarkan koreksi dari narasumber.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.