Bikin Gampang Transaksi Jumbo dari Rumah, Bank Mandiri Naikkan Limit Transfer Online

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Gedung Bank Mandiri, Surakarta, Jawa Tengah.

    Ilustrasi Gedung Bank Mandiri, Surakarta, Jawa Tengah.

    INFO BISNIS - Bank Mandiri kembali memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk bertransaksi guna mendukung imbauan pembatasan aktivitas di luar rumah untuk mencegah penyebaran virus corona
     
    Kali ini, Bank Mandiri melipatgandakan limit harian transfer via Mandiri Online, baik sesama rekening Mandiri maupun antar bank. Semula limit transfer sesama rekening mandiri Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta. Dan transfer online antar bank dari Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta dengan limit per transaksi sebesar Rp 50 juta.
     
    Bank Mandiri juga menaikkan limit transaksi yang dilakukan nasabah korporasi dengan fasilitas Mandiri Internet Bisnis (MIB), untuk transfer ke bank lain secara online dari Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta, dan untuk SKN bahkan bisa sampai Rp 1 miliar serta pembayaran tagihan hingga 200 juta.
     
    Sedangkan khusus nasabah pengguna Mandiri Cash Management (MCM), sudah mempunyai keleluasaan menentukan limit transaksi sesuai kebutuhan bisnis perusahaan dengan cukup mengakses ke fitur setting limit di aplikasi MCM.
     
    Menurut Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Hery Gunardi, kebijakan yang berlaku efektif sejak 30 Maret 2020 ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada nasabah melakukan transaksi transfer, atau pembayaran dengan nilai di atas Rp 100 juta tanpa harus ke cabang Bank Mandiri.
     
    “Relaksasi ini menjadi bagian dari kampanye #dirumahaja yang terus kami galakkan agar dapat menekan penyebaran covid-19. Harapannya, pelonggaran ini juga akan berdampak pada aktivitas ekonomi nasabah individu ataupun retail, sehingga dapat terus menggerakkan perekonomian nasional,” kata Hery.
     
    Sebelumnya, Bank Mandiri memberikan berbagai keringanan kepada nasabah yang bidang usaha atau pekerjaannya terdampak oleh krisis corona. Relaksasi itu antara lain kebijakan penyesuaian pembayaran cicilan pokok/bunga, perpanjangan waktu dan atau penurunan  suku bunga untuk selama maksimal satu tahun, atau skema restrukturisasi lainnya sesuai jenis dan kondisi usaha debitur.
     
    Selain itu, pengemudi ojek dan driver online yang terdampak covid-19 dan memiliki kredit kendaraan bermotor juga berkesempatan mendapatkan kebijakan relaksasi pembayaran cicilian. 
     
    "Adapun teknis implementasi relaksasi tersebut, secara detil mengacu pada peraturan OJK terkait dan disesuaikan dengan segmentasi nasabah," tutur Hery. (*)
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?