Lewat Aplikasi, Pasien Corona yang Diisolasi Diingatkan di HP

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan adat atau Pecalang menghalau pengendara motor yang hendak melintasi perbatasan menuju Kabupaten Gianyar di Denpasar, Bali, Kamis, 26 Maret 2020. Gubernur Bali menginstruksikan agar sehari setelah perayaan Nyepi warga tidak keluar rumah guna menekan penyebaran virus corona di Bali. Johannes P. Christo

    Petugas keamanan adat atau Pecalang menghalau pengendara motor yang hendak melintasi perbatasan menuju Kabupaten Gianyar di Denpasar, Bali, Kamis, 26 Maret 2020. Gubernur Bali menginstruksikan agar sehari setelah perayaan Nyepi warga tidak keluar rumah guna menekan penyebaran virus corona di Bali. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam waktu dekat, semua pasien positif virus corona atau Covid-19 akan mendapat warning atau peringatan jika bergerak melewati lokasi isolasi. Peringatan disampaikan pemerintah melalui aplikasi khusus, bernama TraceTogether, yang akan segera diluncurkan.

    “Aplikasi ini dikembangkan oleh operator telekomunikasi dan akan terpasang pada smartphone pasien positif Covid-19,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate dalam konferensi pers online di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Strategi terbaru ini diluncurkan Johnny lewat Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 159 Tahun 2020 tentang Upaya Penanganan Covid-19 Melalui Dukungan Sektor Pos dan Informatika. Lewat aturan ini, pemerintah bersama operator telekomunikasi menghambat penyebaran virus corona lewat tiga cara: tracing (penelusuran), tracking (pelacakan), dan fencing (mengurung virus dalam satu wilayah tertentu).

    Upaya ini dilakukan pemerintah di tengah meluasnya virus corona. Sampai kemarin, sudah 790 orang di Indonesia yang terinfeksi virus corona. 58 di antaranya meninggal dunia dan 30 berhasil sembuh.

    Johnny mengatakan aplikasi ini tidak hanya berfungsi untuk memberi peringatan. Menurut dia, aplikasi ini juga berfungsi untuk memberikan bantuan penanganan darurat kepada pasien jika diperlukan. Lalu, aplikasi ini juga akan memberikan visualisasi kepada pemerintah untuk memantau pergerakan pasien selama 14 hari sebelum dinyatakan positif virus corona.

    Nantinya, data pergerakan pasien ini bakal diolah dan dianalisis menjadi satu informasi yang terukur. “Sehingga dapat diperbandingkan antar waktu antar wilayah dan antar kelompok masyarakat, sebagai bahan pengambilan keputusan,” kata dia.

    Kebijakan surveillance atau pengawasan via telepon genggam ini tidak hanya dilakukan pada pasien positif virus corona, namun pada masyarakat luas. Pemerintah akan memonitor berkumpulnya warga di masa darurat corona ini untuk menjaga social distancing.

    Pemantauan akan dilakukan melalui data pergerakan telepon genggam, nomor HP, sampai mobile subscriber integrated services digital network (MSISDN) berdasarkan data Base Transcever Station (BTS). “Peringatan dapat diberikan melalui SMS blast,” kata Johnny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.