Garudafood Gelontorkan Rp 15 Miliar untuk Buyback Saham

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (kode saham GOOD), salah satu perusahaan makanan dan minuman di Indonesia, hari ini mencatatkan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 10 Oktober 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (kode saham GOOD), salah satu perusahaan makanan dan minuman di Indonesia, hari ini mencatatkan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 10 Oktober 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Emiten barang konsumsi PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) mengumumkan pembelian kembali saham atau buyback tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan melakukan buyback saham maksimal Rp 15 miliar atau sebanyak-banyaknya 15 juta lembar saham melalui PT Indopremier Sekuritas sebagai perantara pedagang efek.

    Produsen kacang Garuda tersebut menyatakan aksi korporasi tersebut diimulai sejak 24 Maret 2020 hingga 23 Juni 2020.

    "Perseroan berkeyakinan bahwa pembelian kembali saham tidak mempengaruhi kondisi keuangan perseroan karena sampai dengan saat ini, perseroan mempunyai modal yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha perseroan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

    Dalam periode tahun berjalan, saham Garudafood sudah turun 34,11 persen. Adapun hingga sesi pertama perdagangan Kamis, 26 Maret 2020, saham Garudafood naik 1,8 persen ke posisi 1.130.

    Menurut manajemen Garudafood, aksi buyback tersebut akan berpengaruh pada penurunan aset perseroan dari semula sebesar Rp4,94 triliun menjadi sebesar Rp4,93 triliun. Angka aset merujuk pada posisi laporan keuangan September 2019.

    Hal tersebut juga berpengaruh pada penurunan ekuitas dari Rp2,66 triliun menjadi Rp 2,64 triliun.

    Adapun, potensi pendapatan bunga deposito dengan nominal sebesar Rp 15 miliar dengan asumsi tingkat suku bunga neto sebesar 6 persen per tahun juga diperkirakan akan menurun sebesar Rp 720 juta.

    Sementara laba bersihnya berkurang Rp 540 juta menjadi Rp 312,39 miliar, laba per lembar saham atau earning per share ikut berubah menjadi Rp 40,35.

    Terakhir, perseroan berkeyakinan bahwa penurunan tersebut tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan dibandingkan dengan jumlah aset dan pendapatan perseroan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.