Pandemi Corona, Omset Gerai di Pusat Perbelanjaan Turun 95 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di depan pusat perbelanjaan Plaza Indonesia di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Ellen Hidayat mengatakan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 di ruang publik, pusat perbelanjaan Plaza Indonesia akan tutup sementara mulai 25 Maret hingga 3 April 2020,  namun tidak berlaku untuk toko yang menjual kebutuhan pokok dengan jam operasional mulai pukul 11:00 - 17:00 WIB. ANTARA

    Warga melintas di depan pusat perbelanjaan Plaza Indonesia di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Ellen Hidayat mengatakan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 di ruang publik, pusat perbelanjaan Plaza Indonesia akan tutup sementara mulai 25 Maret hingga 3 April 2020, namun tidak berlaku untuk toko yang menjual kebutuhan pokok dengan jam operasional mulai pukul 11:00 - 17:00 WIB. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah pusat perbelanjaan di DKI Jakarta memutuskan untuk tutup sementara waktu. Keputusan ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menyerukan pengusaha menutup tempat hiburan dan rekreasi. Meski begitu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jakarta Ellen Hidayat mengatakan penutupan oleh pusat perbelanjaan tidak untuk semua gerai.

    Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Tempo, sejumlah mal menutup sebagian gerainya adalah Plaza Indonesia, Jakarta Pusat; Central Park, Jakarta Barat; Lippo Mall, Jakarta Barat, Senayan City, Jakarta Pusat; dan teranyar Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara. “Plaza Indonesia walaupun tutup, namun tetap membuka beberapa gerai yang dibutuhkan masyarakat seperti supermarket dan farmasi,” ujar Ellen kepada Tempo, Selasa 24 Maret 2020. 

    Ellen mengakui baik pusat perbelanjaan dan gerai mengalami kerugian sejak pembatasan sosial akibat penyebaran Covid-19. Ia mencatat kunjungan atau trafik mengalami penurunan sekitar 70 hingga 80 persen. Sementara itu, rata-rata gerai mengalami penurunan omzet lebih dalam lagi, yaitu 80 hingga 90 persen. “Hal ini juga menyebabkan beratnya pengelola mall dan gerainya untuk membiayai fixed-cost operasional,” kata dia.

    Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero) Lies Permana Lestari mengatakan juga menutup outletnya mulai hari ini hingga 5 April mendatang. Meski begitu, keputusan tersebut masih akan terus dipantau dan dievaluasi sehingga memungkinkan perpanjangan waktu jika dibutuhkan. Sejak pandemi Covid-19 meluas, Lies menuturkan omzet anjlok drastis hingga 95 persen. Biasanya, kata dia, Sarinah bisa meraup omzet Rp 500 hingga 600 juta per hari. Dengan kondisi saat ini, Lies mencatat omzet Sarinah hanya sekitar Rp 30 juta.

    “Ketika penjualan on store sulit, Sarinah menekan angka kerugian dengan secara aktif melakukan penjualan secara online juga home delivery dan menekan angka kerugian melalui efisiensi biaya operasional,” tutur Lies.

    Pengelola Summarecon Mall Kelapa Gading mulai hari ini hingga 7 April mendatang akan menutup sementara operasionalnya. Meski begitu, surat yang ditandatangani Center Director Summarecon Mall Kelapa Gading Willy Effendy itu menyebutkan tetap mengizinkan sejumlah gerai yang menjual kebutuhan pokok untuk tetap buka, seperti supermarket dan farmasi, dengan jam operasional pukul 11.00 hingga 18.00 WIB.

    Pembukaan kembali direncanakan pada 8 April 2020. Kami berharap kita dapat bersama-sama beroperasi seperti semula. Apabila situasi belum memungkinkan, maka kami akan mengevaluasi dan mempertimbangkan kembali tanggal pembukaan,” ujar Willy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.